Genjot Digitalisasi Layanan, Menhut Raja Juli Antoni Klaim 93 Persen Taman Nasional Sudah Terapkan E-Ticketing
FAKTANASIONAL.NET — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengeklaim bahwa 93 persen Taman Nasional di Indonesia saat ini telah sukses menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing . Guna memperkuat ekosistem digital tersebut, Kementeria…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengeklaim bahwa 93 persen Taman Nasional di Indonesia saat ini telah sukses menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing. Guna memperkuat ekosistem digital tersebut, Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan aplikasi baru bernama "Ayo ke Taman Nasional".
Peluncuran platform terintegrasi ini ditujukan untuk mendorong percepatan digitalisasi layanan sekaligus mempermudah akses informasi bagi para wisatawan.
“Sekarang sudah 93 persen kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita," kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Raja Juli mengakui bahwa proses digitalisasi ini belum sepenuhnya merata karena kendala geografis dan ketersediaan infrastruktur di sejumlah daerah terpencil. Kendati demikian, pihak kementerian terus berupaya mencari solusi taktis guna mengatasi hambatan tersebut.
Baca Juga: Atasi Ketimpangan Distribusi, BAZNAS dan LinkAja Syariah Dorong Digitalisasi Kurban ke Wilayah 3T
"Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel (panel surya), sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” lanjutnya.
Tinggalkan Sistem Sobek Tiket Manual yang Tidak Efisien
Raja Juli menceritakan, saat dirinya pertama kali mengemban tugas sebagai Menteri Kehutanan sekitar satu setengah tahun lalu, tata kelola penjualan tiket di berbagai kawasan konservasi masih dikelola secara konvensional menggunakan tiket fisik.
Sistem manual berupa menyobek karcis kertas dinilai sudah tidak relevan dan rentan terhadap masalah transparansi.
“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ketusnya.
Aktivitas Luar Ruangan Jadi Tren Mainstream Generasi Muda
Saat ini Indonesia tercatat memiliki kekayaan kawasan konservasi yang terdiri dari 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam. Dari data kementerian, grafik kunjungan wisatawan ke destinasi alam tersebut konsisten menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Kementerian Kehutanan memandang tren positif ini sebagai sinyal pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih sehat, terutama di kalangan generasi muda.
“Kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mall, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity (aktivitas luar ruangan) sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” papar Raja Juli.
Dengan meningkatnya volume kunjungan tersebut, Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh untuk menjamin aspek keamanan dan kenyamanan di seluruh area konservasi.
Melalui aplikasi "Ayo ke Taman Nasional", masyarakat kini dapat melakukan pembelian tiket masuk secara daring, memperoleh informasi destinasi mendetail, serta mengakses berbagai fitur layanan penunjang lainnya dalam satu genggaman.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.