Fakta Nasional

Geopolitik Memanas, Harga Emas Global Meroket Tajam

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali mengguncang pasar komoditas dunia. Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi setelah militer Amerika Serikat melancarkan seranga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 06 January 2026 📖 1 menit
Geopolitik Memanas, Harga Emas Global Meroket Tajam
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali mengguncang pasar komoditas dunia.

Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), harga emas mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke Venezuela.

Aksi militer ini memicu kepanikan investor, yang kemudian berbondong-bondong mengalihkan aset mereka ke safe haven guna menghindari risiko ketidakpastian global.

Harga emas spot terpantau melonjak hingga 2,7% ke level US$ 4.444,52 per ons. Tren positif ini juga diikuti oleh emas berjangka AS yang menguat 2,8% di level US$ 4.451,5 per ons.

Para analis menilai bahwa intervensi Washington di Venezuela telah membangkitkan kekhawatiran lama terkait pasokan energi dan stabilitas moneter, yang sebelumnya sudah tertekan oleh kebijakan suku bunga bank sentral.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya seperti perak juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 5,2% ke posisi US$ 76,37 per ons.

Permintaan terhadap perak tetap tinggi karena statusnya sebagai mineral kritis yang mengalami defisit pasokan.

Jika ketegangan di wilayah tersebut meluas ke negara tetangga seperti Kolombia, para ahli memprediksi emas akan segera melampaui rekor tertingginya sepanjang masa.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK