Fakta Nasional

GERAK Jadi Arah Baru Kebijakan BI di Era Thomas Djiwandono

FAKTANASIONAL.NET - Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 dengan membawa visi kebijakan strategis yang dirangkum dalam satu akronim: GERAK. Konsep ini diperkenalkan sebagai respons atas dinami…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 29 January 2026 📖 1 menit
GERAK Jadi Arah Baru Kebijakan BI di Era Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031/Scsht net.

FAKTANASIONAL.NET - Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 dengan membawa visi kebijakan strategis yang dirangkum dalam satu akronim: GERAK. Konsep ini diperkenalkan sebagai respons atas dinamika dan ketidakpastian ekonomi global yang dinilai masih akan membayangi perekonomian nasional ke depan.

Thomas menilai, tantangan ekonomi global belum sepenuhnya mereda. Volatilitas pasar keuangan, ketidakpastian geopolitik, hingga tren inflasi global yang mulai melandai tetap membutuhkan respons kebijakan yang adaptif dan terukur agar pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga.

Melalui konsep GERAK, Thomas memaparkan lima pilar strategi tematik yang menjadi sinyal arah kebijakan moneter dan sektor keuangan ke depan.

Pilar pertama adalah Governance, yang menekankan penguatan fondasi kebijakan Bank Indonesia yang kredibel, transparan, dan independen sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Pilar kedua, Efektivitas, diarahkan untuk memastikan kebijakan moneter, termasuk penurunan suku bunga acuan, benar-benar tersalurkan hingga ke sektor riil dan perbankan, sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi secara nyata.

Selanjutnya, Resiliensi menempatkan ketahanan sektor keuangan sebagai prioritas strategis, setara dengan ketahanan pangan dan energi. Thomas memperkenalkan konsep financial security sebagai fondasi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Pilar keempat adalah Akselerasi, yakni percepatan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan likuiditas serta pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Terakhir, Keberlanjutan, yang difokuskan pada transformasi keuangan digital, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan UMKM agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Thomas menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara BI, Kementerian Keuangan, dan otoritas terkait lainnya, tanpa mengurangi independensi Bank Indonesia. Tujuan akhirnya adalah menciptakan suku bunga yang kompetitif, likuiditas yang sehat, serta fondasi kuat menuju visi Indonesia sebagai negara maju.[zul]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK