Fakta Nasional

Gerindra Heran PDIP Tolak Kenaikan PPN

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati, mengungkapkan keheranannya terhadap sikap PDIP yang menolak kebijakan kenaikan PPN menjadi 12%. Menurutnya, PDIP sebelumnya terlibat dalam pembahasan RUU Harmonisasi Pe…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 December 2024 📖 1 menit
Gerindra Heran PDIP Tolak Kenaikan PPN
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati, mengungkapkan keheranannya terhadap sikap PDIP yang menolak kebijakan kenaikan PPN menjadi 12%. Menurutnya, PDIP sebelumnya terlibat dalam pembahasan RUU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) sebagai ketua panja, sehingga penolakan mereka terhadap kenaikan PPN saat ini terkesan tidak konsisten.

Rahayu Saraswati menyoroti peran PDIP dalam proses legislasi sebelumnya, khususnya ketika anggota Fraksi PDIP, Dofie Othinel, menjabat sebagai ketua panitia kerja (Panja) dalam pembahasan RUU HPP.

“Itulah kenapa saya heran saat ada kader PDIP berbicara di rapat paripurna, tiba-tiba menyampaikan pendapatnya tentang PPN 12%,” kata Sara dalam keterangan yang diterima, Rabu (25/12).

Sara mempertanyakan mengapa PDIP baru kini menolak PPN 12%, padahal mereka sebelumnya terlibat dalam pembahasan RUU tersebut. Menurutnya, penolakan PDIP terhadap kenaikan PPN terkesan tidak konsisten dan membingungkan.

Jujur saja, banyak dari kita saat itu hanya bisa senyum dan geleng-geleng ketawa. Dalam hati, hebat kali memang kawan ini bikin kontennya. Padahal mereka saat itu ketua panja UU yang mengamanatkan kenaikan PPN 12% ini. Kalau menolak ya kenapa tidak waktu mereka ketua panjanya?” imbuh Sara keheranan.

Kenaikan PPN menjadi 12% sendiri akan berlaku mulai 1 Januari 2025, berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan No 7 Tahun 2021. Kenaikan ini merupakan bagian dari perintah undang-undang tersebut, yang telah disepakati sebelumnya. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK