Gigi Sensitif Sering Diabaikan, Kenali Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya
FAKTANASIONAL.NET - Gigi sensitif kerap dianggap sebagai keluhan ringan. Padahal, rasa ngilu saat makan atau minum dapat berulang dan mengganggu kenyamanan sehari-hari. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, pada berbagai kelo…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Gigi sensitif kerap dianggap sebagai keluhan ringan.
Padahal, rasa ngilu saat makan atau minum dapat berulang dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, pada berbagai kelompok usia.
Gigi sensitif terjadi ketika enamel menipis atau bagian akar gigi terbuka sehingga dentin di bawahnya terekspos.
Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung dengan saraf gigi. Ketika terkena rangsangan tertentu, saraf tersebut dapat memunculkan rasa ngilu.
Dikutip dari Alodokter, sebagian penderita mengalami episode gigi sensitif selama 1 hingga 20 menit.
Bahkan, hampir 3 dari 5 penderita mengalaminya setiap hari. Keluhan tersebut menunjukkan bahwa gigi sensitif dapat berdampak pada aktivitas harian.
Beberapa kondisi dapat memicu gigi sensitif. Di antaranya menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat berbulu kasar, gusi menyusut, gigi berlubang atau retak, serta penumpukan plak dan karang gigi.
Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism juga dapat menjadi salah satu penyebab.
Selain itu, sensitivitas terkadang muncul sementara setelah prosedur tertentu, seperti scaling atau bleaching.
Gejala yang paling umum berupa rasa ngilu atau nyeri tajam ketika mengonsumsi makanan dan minuman dingin, panas, manis, atau asam.
Keluhan biasanya muncul tiba-tiba dan mereda beberapa detik hingga beberapa menit setelah rangsangan berhenti.
Dampaknya tidak hanya berupa rasa sakit. Berdasarkan penelitian yang dikutip Alodokter, 9 dari 10 penderita mengaku kenikmatan makan dan minum berkurang.
Jumlah yang sama juga harus mengubah kebiasaan makan, membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan makanan, serta menganggap gigi sensitif sebagai kondisi yang mengganggu.
Perawatan dapat dimulai dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Teknik menyikat juga perlu diperhatikan agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada gigi dan gusi.
Salah satu teknik yang disebutkan adalah Stillman. Bulu sikat ditempatkan sekitar 45 derajat pada pertemuan gusi dan gigi, kemudian digerakkan perlahan dengan tekanan ringan.
Gerakan tersebut dilakukan pada setiap kelompok gigi, termasuk permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.
Kebersihan sela-sela gigi juga perlu dijaga menggunakan benang gigi. Pasta gigi yang diformulasikan untuk gigi sensitif, seperti Sensodyne, dapat menjadi salah satu pilihan.
Dalam referensi Alodokter, Sensodyne disebut mengandung potassium nitrate 5% yang telah teruji secara klinis membantu meredakan ngilu dan melindungi gigi sensitif.
Penggunaan rutin dua kali sehari sesuai petunjuk disebut dapat memberikan perlindungan hingga 24 jam.
Penelitian yang dicantumkan dalam referensi tersebut juga menyebut 94% pengguna dapat menikmati makanan dan minuman dengan lebih nyaman, 98% merasakan kondisi gigi sensitif membaik, dan 96% mengalami frekuensi ngilu yang lebih jarang.
Jika gigi sensitif berlangsung lama, semakin sering kambuh, disertai bengkak, atau tidak membaik setelah perawatan mandiri, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.