Fakta Nasional

GoTo Buka Suara Soal Isu Merger dengan Grab: Belum Ada Kesepakatan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menanggapi rumor yang beredar kencang di publik mengenai potensi merger dengan kompetitornya, Grab. Manajemen GoTo menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan ata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 12 November 2025 📖 1 menit
GoTo Buka Suara Soal Isu Merger dengan Grab: Belum Ada Kesepakatan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi menghapus skema langganan pada layanan GoRide Hemat demi menyelaraskan sistem bagi hasil yang lebih adil bagi para mitra pengemudi ojek online./(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menanggapi rumor yang beredar kencang di publik mengenai potensi merger dengan kompetitornya, Grab. Manajemen GoTo menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan apa pun yang tercapai terkait wacana tersebut.

Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GoTo, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah eksekusi strategi bisnis dan penguatan tata kelola.

Fokus pada Eksekusi Strategi

Dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025), GoTo menekankan bahwa prioritas utama perusahaan adalah menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, bukan pada aksi korporasi besar seperti merger. "Hingga saat ini belum ada suatu keputusan ataupun kesepakatan terkait hal tersebut," ungkap Koesoemohadiani.

GoTo juga menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penguatan ekosistem digital nasional dan akan selalu patuh pada regulasi yang berlaku sebagai perusahaan publik.

RUPSLB Tidak Terkait Merger

Manajemen GoTo turut mengklarifikasi rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Koesoemohadiani menegaskan bahwa agenda RUPSLB tersebut murni bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak ada kaitannya dengan aksi korporasi apa pun, termasuk isu merger dengan Grab.

Isu penggabungan dua raksasa ride-hailing ini kembali memanas setelah Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkap adanya pertemuan antara kedua perusahaan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (7/11/2025) lalu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK