Guna Kurangi Ketergantungan Impor, PT BEST Kucurkan Rp 178 Miliar Bangun Pabrik Elektronik di Tangerang
FAKTANASIONAL.NET — Perusahaan nasional pemilik merek elektronik rumah tangga Bestlife, PT Berkat Elektrik Sejati Tangguh (PT BEST), resmi memulai pembangunan fasilitas produksi pendingin ruangan (AC) dan mesin cuci di Kawasan Industri Millennium, T…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Perusahaan nasional pemilik merek elektronik rumah tangga Bestlife, PT Berkat Elektrik Sejati Tangguh (PT BEST), resmi memulai pembangunan fasilitas produksi pendingin ruangan (AC) dan mesin cuci di Kawasan Industri Millennium, Tangerang.
Ekspansi bisnis ini ditandai dengan penggelontoran dana investasi bernilai 10 juta dollar AS atau setara dengan kurang lebih Rp 178 miliar.
Direktur PT BEST, Andy Arif Widjaja, menegaskan bahwa pembangunan pabrik baru ini memegang peranan krusial dalam memperkuat posisi tawar produk elektronik lokal di pasar domestik.
“Langkah strategis ini diambil untuk memperluas kapasitas manufaktur nasional sekaligus mendukung penguatan industri elektronik dalam negeri,” ujar Andy Arif Widjaja dalam siaran persnya pada 31/5/2026.
Andy memaparkan bahwa pada tahap pertama, fasilitas produksi tersebut akan didirikan di atas hamparan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar.
Operasional pabrik ini nantinya akan difokuskan secara penuh untuk memproduksi komoditas AC dan mesin cuci yang mengadopsi standar kualitas modern, serta didukung oleh efisiensi sistem manufaktur yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Di samping itu, ia melihat pasar domestik memiliki daya dukung yang sangat kuat bagi keberlangsungan industri manufaktur.
“Kami melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai basis pertumbuhan industri elektronik. Melalui investasi ini, PT BEST ingin menghadirkan kontribusi nyata, bukan hanya melalui produk, tetapi juga melalui pengembangan teknologi, SDM, dan ekosistem industri nasional,” kata Andy menjelaskan.
Guna menggerakkan roda operasional pada tahap awal, manajemen perusahaan memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja akan menyerap hingga ratusan orang, di mana alokasi penyerapan sumber daya manusia (SDM) tersebut akan diprioritaskan bagi para pekerja lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Seluruh modal yang digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas pabrik ini dipastikan bersumber sepenuhnya dari pendanaan internal PT BEST.
Status kepemilikan modal ini menegaskan posisi korporasi sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) murni. Intervensi kapital ini sengaja diambil demi memperkokoh struktur industri domestik sekaligus menekan angka ketergantungan pasar nasional terhadap produk-produk impor dari luar negeri.
Langkah konkret pembangunan fasilitas manufaktur ini juga menjadi bagian dari eksekusi strategi jangka panjang perseroan untuk meletakkan fondasi industri yang kokoh, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun regional.
Ke depan, area kawasan industri milik PT BEST tersebut tidak hanya dioptimalkan untuk menggenjot kapasitas volume produksi semata, melainkan bakal dikembangkan lebih lanjut agar bertransformasi menjadi pusat pengembangan inovasi teknologi serta peningkatan kompetensi industri elektronika nasional.
Baca Juga: Paradoks! Katanya Swasembada tapi Impor 35 Ribu Ton Beras
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.