Fakta Nasional

Guncang Pati: KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Bupati Sudewo

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang mendalami dugaan aliran uang kepada Sudewo, mantan anggota DPR yang kini menjabat Bupati Pati, terkait proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jen…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 14 August 2025 📖 1 menit
Guncang Pati: KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Bupati Sudewo
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang mendalami dugaan aliran uang kepada Sudewo, mantan anggota DPR yang kini menjabat Bupati Pati, terkait proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pernyataan resmi dari juru bicara KPK menegaskan penyidik akan mengkaji bukti persidangan dan keterkaitan nama-nama yang muncul dalam proses sebelumnya.

Dugaan aliran dan barang bukti
Dalam proses penyidikan sebelumnya, tim penyidik sempat menyita uang tunai sekitar Rp3 miliar dari kediaman Sudewo—sebuah fakta yang kemudian muncul dalam persidangan anak perkara lain. Sudewo menyatakan uang tersebut berasal dari gaji sebagai anggota DPR dan hasil usaha, namun KPK menilai klaim pengembalian atau asal-usul uang tidak otomatis menghapus potensi tindak pidana sehingga perlu ditelusuri lebih jauh.

Reaksi publik dan dinamika politik lokal
Kasus ini bersinggungan dengan gejolak lokal: kebijakan peningkatan PBB yang sempat memicu demonstrasi besar dan desakan mundur dari warga. Di tingkat pemerintahan daerah, DPRD Pati bahkan menempuh langkah hak angket — sebuah bukti bahwa isu ini berdampak tidak hanya secara hukum tetapi juga politik dan sosial di level kabupaten.

Untuk perkembangan pemeriksaan KPK terhadap Sudewo, status barang bukti, dan implikasi politik lokal. Perkembangan lebih lanjut patut dipantau karena proses penyidikan masih berlangsung.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK