Fakta Nasional

Guncangan Global dan Domestic: Rupiah Tertekan, Ditutup Melemah ke Rp16.695 per Dolar AS

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (12/11/2025). Data dari Refinitiv mencatat bahwa kurs rupiah terhadap dolar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 13 November 2025 📖 2 menit
Guncangan Global dan Domestic: Rupiah Tertekan, Ditutup Melemah ke Rp16.695 per Dolar AS
/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (12/11/2025). Data dari Refinitiv mencatat bahwa kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di zona merah, terkoreksi sebesar 0,09% dan berada pada level Rp16.695/US$. Pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang yang cukup ketat, yaitu antara Rp16.680 hingga Rp16.725 per dolar AS.

Tekanan pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh faktor eksternal, yakni menguatnya Indeks Dolar AS (DXY). Indeks yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia ini terpantau menguat tipis 0,06% di posisi 99.505 pada pukul 15.00 WIB. Kekhawatiran global semakin meningkat menjelang pemungutan suara penting di Dewan Perwakilan Rakyat AS (House of Representatives) yang dijadwalkan berlangsung sore waktu setempat. Voting ini akan menentukan apakah government shutdown terpanjang dalam sejarah AS, yang sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2025, akan berakhir atau justru berlanjut. Ketidakpastian politik ini membuat para investor global cenderung beralih ke dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus menjauhi aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Intervensi BI Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Meskipun tekanan eksternal kuat, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa otoritas moneter akan aktif melakukan langkah-langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Intervensi ini dilakukan untuk meredam volatilitas dan menjaga rupiah tetap stabil, meskipun berpotensi memengaruhi cadangan devisa.

Proyeksi Rupiah Stabil di Tengah Risiko Arus Modal Keluar

Perry Warjiyo juga memberikan proyeksi nilai tukar rupiah ke depan. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah hingga akhir tahun 2025 akan bergerak stabil di kisaran Rp16.440/US$. Sementara itu, rata-rata kurs rupiah pada tahun 2026 diproyeksikan sedikit lebih kuat di sekitar Rp16.430/US$. Proyeksi ini dinilai realistis, mengingat kondisi global yang masih sangat volatil serta risiko arus modal keluar yang diperkirakan masih tinggi. Pernyataan BI ini menunjukkan bahwa otoritas moneter bersikap hati-hati namun tetap optimis dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berlanjut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK