Fakta Nasional

Gus Ipul: Kerja Kemensos Harus Berbasis Data dan Membumi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memasuki tahun 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kementeriannya. Tidak ada lagi ruang untuk kerja berdasarkan asumsi; semua intervensi program wajib berbasi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 February 2026 📖 1 menit
Gus Ipul: Kerja Kemensos Harus Berbasis Data dan Membumi
Mendagri Tito Karnvian menyampaikan keterangan pers usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Sarana Prasarana dan Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (20/5/2025)/Puspen.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memasuki tahun 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kementeriannya.

Tidak ada lagi ruang untuk kerja berdasarkan asumsi; semua intervensi program wajib berbasis data akurat.

Langkah ini diambil guna memastikan setiap rupiah anggaran negara sampai ke tangan yang benar-benar berhak, dilansir pada 11 Februari 2026.

Salah satu poin krusial dalam arahan Gus Ipul adalah perhatian terhadap the invisible people. Mereka adalah kelompok masyarakat yang sering luput dari jangkauan pembangunan dan program bantuan sosial.

Sesuai visi Presiden Prabowo, Kemensos memiliki mandat konstitusional Pasal 34 UUD 1945 untuk menjamin hak-hak fakir miskin dan anak terlantar secara terpadu dan berkelanjutan.

Gus Ipul mengingatkan agar pegawai Kemensos tidak hanya terjebak dalam rutinitas laporan administratif yang rapi di atas kertas. Hasil kerja harus "membumi", artinya manfaatnya bisa dirasakan langsung dan dipahami oleh masyarakat luas.

Dengan sinkronisasi antar unit kerja dan mitigasi risiko yang matang, Kemensos optimistis target perlindungan sosial tahun 2026 akan tercapai lebih efektif.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK