Fakta Nasional

Harga Batu Bara Meroket di Awal Mei 2026, Permintaan Asia Jadi Pemicu Utama

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merilis pembaruan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Mei 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 179 Tahun 2026, terjadi tren kenaikan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 06 May 2026 📖 1 menit
Harga Batu Bara Meroket di Awal Mei 2026, Permintaan Asia Jadi Pemicu Utama
Harga Batu Bara Meroket di Awal Mei 2026, Permintaan Asia Jadi Pemicu Utama/(Foto: Pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merilis pembaruan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Mei 2026.

Berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 179 Tahun 2026, terjadi tren kenaikan harga yang cukup signifikan di empat kategori batu bara dibandingkan periode akhir April lalu.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun isu transisi energi hijau terus bergaung, ketergantungan pasar terhadap batu bara tetap tinggi.

Melansir informasi resmi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, penguatan harga ini dipicu oleh solidnya permintaan energi global, terutama dari kawasan Asia.

Kebutuhan industri dan pembangkit listrik di negara-negara berkembang menjadi motor utama yang menjaga level harga tetap berada di zona hijau.

Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pelaku usaha pertambangan dalam melakukan transaksi penjualan di pasar internasional.

Secara mendetail, HBA untuk kalori tinggi (6.322 kcal/kg GAR) kini ditetapkan sebesar US$ 106,57 per ton, naik dari posisi sebelumnya US$ 103,43 per ton.

Kenaikan serupa juga terjadi pada kategori HBA I (5.300 kcal/kg GAR) yang kini menyentuh angka US$ 79,56 per ton. Lonjakan ini memberikan sinyal positif bagi devisa negara melalui ekspor komoditas unggulan tersebut.

Sementara itu, untuk kategori kalori rendah, HBA II (4.100 kcal/kg GAR) dipatok pada harga US$ 55,66 per ton, meningkat dari level US$ 52,84 per ton. Terakhir, HBA III dengan kalori 3.400 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$ 38,76 per ton.

Dengan struktur harga yang lebih tinggi ini, para emiten batu bara diprediksi akan mencatatkan performa keuangan yang lebih baik pada kuartal kedua tahun ini, meskipun tantangan logistik global masih membayangi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK