Fakta Nasional

Harga BBM Non Subsidi Naik Awal Tahun 2025, Bagaimana Nasib Harga LPG?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Awal tahun 2025 dimulai dengan kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang dijual oleh berbagai penyedia seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia. Kenaikan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 04 January 2025 📖 2 menit
Harga BBM Non Subsidi Naik Awal Tahun 2025, Bagaimana Nasib Harga LPG?
Foto ilustrasi/net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Awal tahun 2025 dimulai dengan kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang dijual oleh berbagai penyedia seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia.

Kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga yang mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Namun, masyarakat juga bertanya-tanya, bagaimana dengan harga LPG subsidi dan non subsidi yang menjadi kebutuhan utama?

Kenaikan harga BBM non subsidi telah diumumkan oleh penyedia energi utama di Indonesia.

Kebijakan ini merupakan respons terhadap harga minyak dunia yang terus berfluktuasi, didorong oleh ketegangan geopolitik dan peningkatan permintaan global.

Kondisi ini membuat harga BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo, Shell Super, dan BP Ultimate mengalami kenaikan signifikan.

Namun, meskipun harga BBM non subsidi naik, pemerintah memastikan distribusi BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil, sehingga masyarakat kurang mampu tidak terlalu terdampak.

Kabar baiknya, harga LPG baik subsidi maupun non subsidi masih stabil di awal tahun 2025. Di tingkat agen resmi Pertamina, harga LPG 3 kg—yang menjadi andalan masyarakat—tetap di angka rata-rata Rp 22.000 per tabung. Untuk LPG non subsidi, berikut rincian harganya:

- LPG 5,5 kg: Rp 90.000 – Rp 117.000 (tergantung wilayah).

- LPG 12 kg: Rp 192.000 – Rp 249.000 (tergantung wilayah).

Harga LPG ini tidak berubah sejak November 2023, memberikan kelegaan bagi masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.

Perbedaan harga LPG non subsidi di berbagai wilayah Indonesia mencerminkan biaya distribusi dan transportasi. Berikut perbandingannya:

- Aceh hingga Sulawesi Tengah
LPG 5,5 kg: Rp 94.000
LPG 12 kg: Rp 194.000

- Kalimantan Barat hingga Sulawesi Tenggara
LPG 5,5 kg: Rp 97.000
LPG 12 kg: Rp 202.000

- Banten hingga Bali
LPG 5,5 kg: Rp 90.000
LPG 12 kg: Rp 192.000

- Papua dan Maluku
LPG 5,5 kg: Rp 117.000
LPG 12 kg: Rp 249.000

Pemerintah menjaga agar harga LPG, terutama LPG subsidi, tetap stabil untuk melindungi daya beli masyarakat.

Sistem distribusi LPG lebih terkontrol dibanding BBM, sehingga fluktuasi biaya distribusi dapat diminimalkan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan penyesuaian harga LPG di masa mendatang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK