Fakta Nasional

Harga BBM Terbaru Januari 2026: Pertamina dan Swasta Kompak Turun!

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar gembira menyapa pengguna kendaraan di awal tahun 2026. Seluruh penyedia bahan bakar minyak (BBM) resmi di Indonesia, mulai dari Pertamina hingga perusahaan swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo, serentak memangkas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 15 January 2026 📖 1 menit
Harga BBM Terbaru Januari 2026: Pertamina dan Swasta Kompak Turun!
Pajak BBM 10% di DKI Jakarta, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?/(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar gembira menyapa pengguna kendaraan di awal tahun 2026.

Seluruh penyedia bahan bakar minyak (BBM) resmi di Indonesia, mulai dari Pertamina hingga perusahaan swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo, serentak memangkas harga jual produk mereka per 1 Januari kemarin.

Kebijakan ini diambil menyusul evaluasi berkala terhadap formula harga dasar sesuai regulasi pemerintah, dilansir pada 15 Januari 2026.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, Pertamina menurunkan harga Pertamax menjadi Rp 12.350 per liter. Varian lain seperti Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 13.400, sementara Pertamax Green 95 turun ke angka Rp 13.150 per liter.

Penurunan paling signifikan terlihat pada produk diesel, di mana Dexlite kini seharga Rp 13.500 dan Pertamina Dex turun drastis ke level Rp 13.600 per liter. Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil di angka lama.

Tak mau kalah, SPBU swasta juga menyesuaikan tarifnya. BP-AKR menetapkan harga BP 92 pada Rp 12.500 per liter.

Sementara itu, Shell Super dijual seharga Rp 12.700, bersaing ketat dengan Revvo 92 milik Vivo yang berada di angka yang sama. Bagi pengguna diesel, Shell V-Power Diesel kini dapat dinikmati dengan harga Rp 13.860 per liter.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK