Fakta Nasional

Harga Emas Antam 21 Februari 2026: Rekor Baru Tembus Rp3 Juta!

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia hari ini dikejutkan dengan lonjakan drastis harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam). Pada perdagangan Sabtu (21/2/2026), harga emas Antam resmi mencetak sejarah baru dengan menyentuh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 1 menit
Harga Emas Antam 21 Februari 2026: Rekor Baru Tembus Rp3 Juta!
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia hari ini dikejutkan dengan lonjakan drastis harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam).

Pada perdagangan Sabtu (21/2/2026), harga emas Antam resmi mencetak sejarah baru dengan menyentuh angka Rp3.012.000 per gram.

Kenaikan sebesar Rp68.000 dibandingkan hari sebelumnya ini menjadi sinyal kuat bagi para investor mengenai ketidakpastian ekonomi global yang kian memanas.

Tidak hanya harga jual yang meroket, harga beli kembali atau buyback juga mengalami apresiasi yang signifikan. Bagi pemilik emas yang ingin mencairkan asetnya hari ini, harga buyback dipatok pada Rp2.793.000 per gram, naik sejajar Rp68.000 dari posisi sebelumnya.

Tren ini menunjukkan bahwa permintaan aset aman (safe haven) di pasar domestik sedang berada di titik puncaknya.

Jika dikalkulasikan, terdapat selisih (spread) sebesar Rp219.000 antara harga beli dan harga buyback. Selisih ini cukup lebar, sehingga investor disarankan untuk tetap tenang dan melihat instrumen ini sebagai tabungan jangka panjang.

Bagi Anda yang baru ingin masuk, angka Rp3 juta per gram mungkin terasa mahal, namun melihat tren bullish saat ini, emas tetap menjadi pelindung nilai kekayaan yang paling relevan di tahun 2026.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK