Harga Emas Antam Ambruk, Ini Penyebabnya!
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas, salah satu komoditas logam mulia yang selalu menjadi incaran investor, kembali menunjukkan gejolak signifikan. Pada Sabtu (5/4/2025), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk di butik LM Graha Dipta Pulo Gadu…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas, salah satu komoditas logam mulia yang selalu menjadi incaran investor, kembali menunjukkan gejolak signifikan.
Pada Sabtu (5/4/2025), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung tercatat turun sebesar Rp38.000, menetapkan harga emas Antam di posisi Rp1.781.000 per gram.
Penurunan ini merupakan yang terendah dalam delapan hari terakhir, sekaligus menandai tren penurunan yang juga terjadi secara global.
Harga emas mengalami pelemahan yang cukup tajam dalam dua hari terakhir, dengan penurunan mencapai Rp55.000 per gram.
Fenomena ini terjadi meskipun beberapa hari sebelumnya harga emas sempat mencetak rekor dengan angka Rp1.836.000 per gram.
Penurunan harian sebesar Rp38.000 ini merupakan yang terbesar sejak November 2024, menandakan adanya tekanan yang cukup besar dari pasar global.
Faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan dinamika pasar komoditas turut memberikan kontribusi terhadap penurunan ini.
Tren penurunan harga emas tidak hanya terjadi di pasar lokal, tetapi juga sejalan dengan pergerakan harga emas global.
Mengacu pada data Refinitiv, harga emas ditutup pada posisi US$ 3.037,36 per troy ons pada perdagangan terakhir Jumat (4/4/2025), menunjukkan penurunan sebesar 2,42%.
Hal ini menyebabkan para pelaku pasar mulai mempertimbangkan strategi buyback, di mana harga buyback hari ini tercatat di Rp1.633.000 per gram, anjlok sebanyak Rp38.000.
Pergerakan ini mengindikasikan adanya koreksi pasar yang cukup signifikan, sekaligus mengakhiri tren positif yang berlangsung selama empat pekan sebelumnya.
Kondisi pasar emas yang sedang tidak stabil membuat para investor berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Para analis mengamati bahwa penurunan ini merupakan sinyal adanya penyesuaian harga yang harus dilakukan agar pasar bisa kembali ke kondisi normal.
Sementara itu, pelaku pasar terus memantau pergerakan harga dengan seksama, mengingat volatilitas yang tinggi pada komoditas logam mulia.[dit]
**
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.