Fakta Nasional

Harga Emas Antam Anjlok Signifikan: Kesempatan Serok atau Tunggu?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar kurang menyenangkan datang bagi pemegang aset aman (safe haven). Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut hingga Rabu (18/2/2…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 18 February 2026 📖 1 menit
Harga Emas Antam Anjlok Signifikan: Kesempatan Serok atau Tunggu?
Ilustrasi harga emas pegadaian hari ini/Dok. Pegadaian.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar kurang menyenangkan datang bagi pemegang aset aman (safe haven).

Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut hingga Rabu (18/2/2026).

Penurunan tajam ini terjadi tepat setelah momentum libur Tahun Baru Imlek berakhir, memicu reaksi beragam dari para kolektor logam mulia.

Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, emas Antam kini dibanderol seharga Rp2.878.000 per gram. Angka ini mencerminkan kemerosotan sebesar Rp40.000 dibanding harga sebelumnya.

Penurunan lebih drastis terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali, yang anjlok hingga Rp51.000 menjadi Rp2.655.000 per gram.

Bagi investor jangka pendek, koreksi ini tentu menjadi perhatian serius mengingat volatilitasnya yang cukup tinggi.

Secara matematis, terdapat selisih atau spread sebesar Rp223.000 antara harga beli dan harga buyback. Selisih ini merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan investor sebelum memutuskan untuk menjual aset mereka.

Tren penurunan tiga hari beruntun ini mengindikasikan adanya penyesuaian pasar global yang berdampak langsung pada harga domestik, sehingga strategi wait and see mungkin menjadi pilihan bijak saat ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK