Fakta Nasional

Harga Emas Dunia Melonjak, Pelemahan Dolar AS dan Isu 'Shutdown' AS Jadi Pendorong

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di pasar global mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (6/11/2025), didorong oleh dua faktor utama: pelemahan Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) akibat ketidakpast…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 08 November 2025 📖 1 menit
Harga Emas Dunia Melonjak, Pelemahan Dolar AS dan Isu 'Shutdown' AS Jadi Pendorong
Harga Emas Antam Stabil di Rp 1,902 Juta/Gram/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di pasar global mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (6/11/2025), didorong oleh dua faktor utama: pelemahan Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) akibat ketidakpastian politik di Amerika Serikat.

Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,2 persen dan menetap di level 3.989,91 Dolar AS per ons pada Jumat dini hari WIB. Sementara itu, emas berjangka AS di bursa COMEX untuk pengiriman Desember ditutup stabil di angka 3.991 Dolar AS per ons. Kenaikan ini melanjutkan tren positif logam mulia.

Faktor Pelemahan Dolar AS

Pendorong utama kenaikan harga emas adalah depresiasi mata uang Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, dilaporkan turun 0,5 persen. Pelemahan Dolar ini terjadi setelah indeks tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Ketika Dolar AS melemah, harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain. Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan dan mengerek harga komoditas tersebut.

Permintaan Aset 'Safe Haven'

Selain pelemahan Dolar, harga emas juga terdorong oleh statusnya sebagai aset safe haven. Minat investor terhadap aset aman meningkat di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown).

Menurut Peter Grant dari Zaner Metals, ketidakpastian hukum terkait kebijakan tarif impor AS juga menambah sentimen positif. Ia bahkan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai 4.300-4.400 Dolar AS per ons hingga akhir tahun. Ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember juga turut menopang harga emas.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK