Fakta Nasional

Harga Emas Dunia Turun Hampir 1% Usai Trump Tunda Ancaman Tarif 50% untuk Barang UE

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Senin, 26 Mei 2025, harga emas dunia mengalami koreksi hampir 1%, seiring keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda ancaman kenaikan tarif impor sebesar 50% untuk barang-barang Uni Eropa hi…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 27 May 2025 📖 1 menit
Harga Emas Dunia Turun Hampir 1% Usai Trump Tunda Ancaman Tarif 50% untuk Barang UE
Harga Emas Antam Stabil di Rp 1,902 Juta/Gram/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Senin, 26 Mei 2025, harga emas dunia mengalami koreksi hampir 1%, seiring keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda ancaman kenaikan tarif impor sebesar 50% untuk barang-barang Uni Eropa hingga 9 Juli 2025.

Penundaan ini—hasil pembicaraan antara Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen—menurunkan minat investor pada aset safe haven seperti emas.

Data Reuters mencatat harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 3.332,04 per troi ons, sedangkan kontrak berjangka di pasar AS melemah 1% ke posisi US$ 3.331,90 per troi ons.

Sebelumnya, emas mencatat kinerja mingguan terbaik dalam enam pekan terakhir setelah Trump sempat mengancam tarif 25% untuk iPhone Apple.

Ancaman tarif dan risiko perang di Ukraina menjadi dua faktor geopolitik utama yang membuat harga emas sempat melonjak.

Namun, penundaan tarif Uni Eropa menurunkan sentimen bullish—meski ancaman perang Rusia-Ukraina yang berlanjut tetap menjadi pemicu permintaan emas sebagai lindung nilai (hedge).

Walaupun ada tekanan koreksi, analis UBS Giovanni Staunovo optimistis harga emas akan kembali menguat.

“Kami masih memperkirakan harga emas akan naik dalam beberapa bulan mendatang dan menguji kembali level US$ 3.500 per ons,” ujarnya.

Proyeksi ini didasarkan pada ketidakpastian politik global dan potensi pelonggaran kebijakan moneter di berbagai negara.

Dengan dinamika tarif AS-UE dan risiko geopolitik yang terus berkembang, pelaku pasar disarankan memantau riak perundingan dagang dan eskalasi konflik internasional sebagai indikator utama arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK