Fakta Nasional

Harga Emas Global Naik Tipis di Tengah Ketegangan Dagang

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada hari Selasa (8/4/2025), harga emas dunia menunjukkan kenaikan yang relatif tipis setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun di Amerika Serikat mencapai posisi te…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 09 April 2025 📖 1 menit
Harga Emas Global Naik Tipis di Tengah Ketegangan Dagang
Harga Emas Global Naik Tipis/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada hari Selasa (8/4/2025), harga emas dunia menunjukkan kenaikan yang relatif tipis setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun di Amerika Serikat mencapai posisi tertinggi dalam sepekan dengan angka 4,27%, yang sempat menarik perhatian para investor.

Walaupun demikian, pelemahan dolar dan meningkatnya ketegangan dagang antara ekonomi terbesar dunia tetap memberikan dukungan terhadap harga logam mulia ini.

Di pasar spot, harga emas sempat mencatat kenaikan hingga 1,3% sebelum menetap di level US$ 2.984,16 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka tertutup naik 0,5% ke level US$ 2.990,20.

Salah satu penyebab utama kenaikan harga emas adalah peningkatan imbal hasil obligasi yang membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi sebagian investor.

Namun, faktor fundamental seperti pelemahan dolar AS membuat emas kembali mendapat daya tarik, terutama bagi pemilik mata uang asing.

Ketegangan dagang global yang meningkat setelah kebijakan tarif balasan dari Presiden AS terhadap China turut menambah kekuatan logam mulia sebagai aset safe haven.

Analis dari FXTM mencatat bahwa meskipun emas sempat turun selama tiga sesi berturut-turut, prospeknya tetap terlihat positif dengan kemungkinan menembus level US$ 3.055.

Potensi kenaikan lebih lanjut dalam harga emas akan sangat bergantung pada prospek penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve, yang dinilai akan meningkatkan daya tarik emas di tengah kondisi suku bunga yang semakin rendah.

Komentar dari analis riset senior di FXTM menyebutkan bahwa jika level resistance berhasil ditembus, emas bisa naik menuju kisaran US$ 3.100 hingga US$ 3.130.

Namun, di sisi lain, jika harga terus melemah di bawah level US$ 3.000, potensi penurunan harga bisa terjadi hingga mencapai kisaran US$ 2.930.

Permintaan untuk aset safe haven seperti emas diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK