Fakta Nasional

Harga Emas Meroket Tembus 3.980 Dolar, Investor Cemas Gelembung Saham AI

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia melonjak tajam lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (5/11/2025) waktu AS. Lonjakan ini didorong oleh aksi investor yang memindahkan dananya dari pasar saham ke aset aman (safe haven) di tengah kekha…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 07 November 2025 📖 1 menit
Harga Emas Meroket Tembus 3.980 Dolar, Investor Cemas Gelembung Saham AI
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia melonjak tajam lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (5/11/2025) waktu AS. Lonjakan ini didorong oleh aksi investor yang memindahkan dananya dari pasar saham ke aset aman (safe haven) di tengah kekhawatiran atas valuasi pasar saham global.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot melesat 1,3 persen dan ditutup di level 3.983,89 Dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember juga menguat 0,8 persen, berakhir di posisi 3.992,90 Dolar AS per ons.

Kepanikan di pasar saham, terutama Wall Street, dipicu oleh kekhawatiran bahwa harga-harga saham sudah terlalu tinggi (valuasi berlebihan). Investor khususnya cemas akan potensi gelembung di sektor teknologi, terutama yang terkait Kecerdasan Buatan (AI).

Mengabaikan Data Pekerjaan AS yang Kuat

Kenaikan harga emas ini terjadi meskipun data ekonomi AS menunjukkan sinyal positif. Laporan terbaru menunjukkan adanya penambahan 42.000 pekerjaan baru, angka ini lebih tinggi dari perkiraan para analis.

Biasanya, data pekerjaan yang kuat akan menekan harga emas, karena hal itu memberi ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Namun, kali ini, kekhawatiran terhadap gelembung saham (AI bubble) terbukti jauh lebih kuat daripada pengaruh data pekerjaan.

Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Analis Tai Wong menyebut kenaikan ini sebagai "kelegaan" bagi investor emas. Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) cenderung diuntungkan oleh ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.

Meskipun The Fed baru-baru ini telah memangkas suku bunga, pasar masih berharap adanya pemotongan lanjutan pada bulan Desember. Harapan inilah yang turut menjaga daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Kenaikan harga juga diikuti oleh logam mulia lainnya, seperti perak, platinum, dan paladium.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK