Harga Emas Meroket Tembus 4.346 Dolar AS, Dipicu Shutdown AS dan Ekspektasi Suku Bunga Fed
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025. Kenaikan signifikan ini didorong oleh kombinasi sentimen ketidakpastian ekonomi d…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025. Kenaikan signifikan ini didorong oleh kombinasi sentimen ketidakpastian ekonomi dan politik di Amerika Serikat.
Berdasarkan data Reuters, harga emas di pasar spot (spot gold) melambung 2,3 persen dan menetap di posisi 4.346,39 Dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember mengalami kenaikan lebih tajam, yakni melejit 3,5 persen ke level 4.359,40 Dolar AS per ons. Harga ini mendekati rekor tertinggi yang sempat disentuh akhir pekan lalu di 4.378,69 Dolar AS.
Lonjakan harga emas dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven (lindung nilai). Pelaku pasar kini mengantisipasi rilis data inflasi AS pekan ini serta kelanjutan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China. Faktor utamanya adalah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali melakukan pemangkasan suku bunga. Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi lebih menarik bagi investor di tengah ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.
Krisis politik di Washington turut memperburuk ketidakpastian pasar. Pemerintah AS telah memasuki hari ke-20 dalam kondisi penutupan (shutdown) setelah Senat gagal mencapai kesepakatan anggaran. Kondisi ini berdampak langsung pada rilis data ekonomi penting.
Penundaan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, yang baru dijadwalkan diumumkan Jumat pekan ini, menciptakan kekosongan informasi bagi pasar dan pembuat kebijakan. Padahal, data inflasi ini krusial menjelang rapat kebijakan moneter The Fed pekan depan.
Logam mulia lainnya juga ikut terkerek naik. Harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 52,17 Dolar AS per ons, meskipun sempat anjlok pekan lalu. Platinum juga menguat 1,9 persen, sementara paladium naik 1,5 persen.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.