Fakta Nasional

Harga Emas Mulai Bangkit: Efek Donald Trump Tunda Serangan ke Iran

FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat terpuruk ke titik terendah dalam empat bulan. Pada penutupan perdagangan Senin 23 Maret 2026, harga emas perlahan merangkak naik. Sentimen positif ini muncul sete…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 24 March 2026 📖 1 menit
Harga Emas Mulai Bangkit: Efek Donald Trump Tunda Serangan ke Iran
Ilustrasi harga emas pegadaian hari ini/Dok. Pegadaian.

FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat terpuruk ke titik terendah dalam empat bulan.

Pada penutupan perdagangan Senin 23 Maret 2026, harga emas perlahan merangkak naik. Sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang memberikan sedikit ruang napas bagi stabilitas pasar global.

Meski ada pemulihan tipis, emas tetap berada dalam tren penurunan selama sembilan hari berturut-turut. Harga emas spot terkoreksi 1,8 persen ke level 4.407,06 dolar AS per ons.

Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lama, yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kehilangan daya tariknya jika dibandingkan dengan aset berbunga lainnya.

Ketidakpastian masih sangat tinggi karena pihak Iran membantah adanya komunikasi negosiasi terkait penundaan serangan tersebut. Secara kumulatif, harga emas telah anjlok lebih dari 15 persen sejak konflik pecah di akhir Februari.

Di sisi lain, harga minyak dunia mulai melandai seiring melunaknya sikap Washington. Para investor kini bersikap wait and see terhadap perkembangan eskalasi di Timur Tengah yang sangat dinamis.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK