Harga Minyak Dunia Melemah, Tertekan Penguatan Dolar dan Sinyal Kelebihan Pasokan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu AS. Pelemahan ini dipicu oleh dua faktor utama: penguatan Dolar AS yang signifikan dan meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya kelebihan paso…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu AS. Pelemahan ini dipicu oleh dua faktor utama: penguatan Dolar AS yang signifikan dan meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan di pasar global.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 45 sen atau 0,7 persen, menjadi 64,44 Dolar AS per barel. Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), turun 49 sen atau 0,8 persen, dan ditutup di level 60,56 Dolar AS per barel.
Dolar AS yang menguat ke level tertinggi dalam empat bulan terhadap Euro membuat harga minyak mentah menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Kekhawatiran Permintaan Domestik
Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, menyebut harga minyak tertekan oleh kombinasi dolar yang kuat dan pelemahan di pasar saham. "Harga minyak berjangka tertekan oleh penguatan dolar AS dan penurunan di pasar saham yang meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar domestik," katanya.
Ketidakpastian ekonomi akibat potensi penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) turut menambah sentimen negatif terhadap permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut.
OPEC+ Tahan Produksi
Dari sisi pasokan, langkah OPEC+ yang memutuskan hanya menaikkan produksi secara sedikit untuk bulan Desember dan menghentikan sementara kenaikan lebih lanjut pada kuartal pertama 2026, justru dibaca pasar sebagai sinyal kekhawatiran akan melimpahnya stok.
Data Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada Oktober naik tipis 30.000 barel per hari, laju yang jauh lebih lambat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Kini, pasar menanti laporan stok minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API) yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.