Fakta Nasional

Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari US$ 1 per Barel

JAKARTA, FAKTANSIONAL.NET - Pada Jumat, 6 Juni 2025, harga minyak mentah dunia kembali menguat, mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir. Harga Brent ditutup naik US$ 1,13 (1,73%) menjadi US$ 66,47 per barel, sedangkan West Te…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 07 June 2025 📖 1 menit
Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari US$ 1 per Barel
Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANSIONAL.NET - Pada Jumat, 6 Juni 2025, harga minyak mentah dunia kembali menguat, mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir.

Harga Brent ditutup naik US$ 1,13 (1,73%) menjadi US$ 66,47 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$ 1,21 (1,91%) ke posisi US$ 64,58 per barel.

Kenaikan harga minyak sebagian besar dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi. Angka penambahan lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang menurun memberikan optimisme pertumbuhan ekonomi AS, sehingga permintaan energi diperkirakan akan meningkat.

Menurut John Kilduff, mitra di Again Capital, pasar sempat mengantisipasi risiko negatif, namun data ketenagakerjaan tersebut meredam kekhawatiran tersebut.

Faktor lain yang turut mendongkrak harga minyak adalah dimulainya kembali pembicaraan perdagangan antara AS dan China.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa pada 5 Juni 2025, Presiden Xi Jinping dan mantan Presiden AS Donald Trump bertemu atas permintaan AS.

Trump menyebut hasil pertemuan sangat positif dan menegaskan hubungan dagang kedua negara dalam kondisi baik, meski detailnya belum dipublikasikan secara lengkap.

Secara mingguan, Brent naik 2,75% dan WTI melonjak 4,9%, membalik tren penurunan dua pekan sebelumnya. Namun, ketidakpastian mengenai implementasi kebijakan tarif dan negosiasi dagang tetap menjadi risiko yang mengayun harga.

Sementara itu, OPEC+ mengonfirmasi rencana menambah produksi 411.000 barel per hari mulai Juli 2025, meski menolak usulan Arab Saudi untuk peningkatan output lebih drastis demi meraih pangsa pasar lebih besar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK