Fakta Nasional

Harga Minyak Dunia Tertekan: Prospek Damai Rusia-Ukraina Picu Kekhawatiran Pasokan Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia kembali melemah di zona merah pada perdagangan Jumat (21/11/2025). Minyak Brent turun ke US$62,70 per barel dan **WTI** melemah ke US$58,29 per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 22 November 2025 📖 1 menit
Harga Minyak Dunia Tertekan: Prospek Damai Rusia-Ukraina Picu Kekhawatiran Pasokan Global
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia kembali melemah di zona merah pada perdagangan Jumat (21/11/2025). Minyak Brent turun ke US$62,70 per barel dan **WTI** melemah ke US$58,29 per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan peningkatan pasokan global di tengah dorongan Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Kedua acuan minyak ini menuju penurunan mingguan di atas 2%.

Sentimen Geopolitik dan Efek Penguatan Dolar

Sentimen bearish muncul setelah Washington aktif mendorong proposal perdamaian untuk mengakhiri konflik. Investor khawatir, jika damai tercapai, Rusia berpotensi meningkatkan kembali penjualan minyaknya tanpa tekanan geopolitik seperti saat ini, menghapus premi risiko yang selama ini menopang harga. Analis menilai, peluang kecil kesepakatan damai saja sudah cukup untuk menggerus harga. Di sisi lain, tekanan juga datang dari faktor makro global, yaitu penguatan dolar AS, yang membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan. Dolar menguat seiring keyakinan bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga.

Pasar Menanti Data dan Perkembangan Diplomasi

Prospek damai Rusia-Ukraina, kekhawatiran oversupply, dan dolar yang menguat membuat pasar minyak sulit untuk rebound dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian untuk menanti rilis data persediaan minyak serta perkembangan terbaru dalam diplomasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Perkembangan ini akan menjadi penentu arah harga minyak ke depan, di tengah sanksi yang baru saja berlaku untuk produsen minyak utama Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang dampaknya dinilai bisa sementara jika kesepakatan damai tercapai.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK