Fakta Nasional

Harga Minyak Global Lesu di Awal 2026: Dampak Geopolitik dan Pasokan Melimpah

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar minyak dunia mengawali tahun 2026 dengan tren pelemahan. Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI mencatatkan penurunan tipis di hari pertama perdagangan karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi suplai yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 03 January 2026 📖 1 menit
Harga Minyak Global Lesu di Awal 2026: Dampak Geopolitik dan Pasokan Melimpah
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar minyak dunia mengawali tahun 2026 dengan tren pelemahan. Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI mencatatkan penurunan tipis di hari pertama perdagangan karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi suplai yang berlebih.

Meskipun tensi politik di berbagai belahan dunia memanas, para investor tampaknya lebih fokus pada kecukupan stok global.

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut dengan saling tuduh terkait serangan di awal tahun.

Di sisi lain, pemerintahan Donald Trump memperketat tekanan pada sektor minyak Venezuela melalui sanksi terhadap perusahaan tanker.

Namun, Presiden Maduro menyatakan keterbukaan untuk berdialog dan menerima investasi dari Amerika Serikat guna memperbaiki hubungan kedua negara.

Selain masalah di Amerika Latin, gejolak juga terjadi di Iran dan konflik antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab terkait masalah di Yaman.

Meski risiko geopolitik meningkat, analis melihat harga minyak masih terjebak dalam kisaran stagnan. Pasar meyakini bahwa pasokan minyak akan tetap mencukupi kebutuhan global terlepas dari konflik yang sedang terjadi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK