Fakta Nasional

Harga Minyak Mentah Turun, Bayang-bayang Tariff Deadline AS

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah melandai pada Jumat (1/8/2025), dipengaruhi ketidakpastian tarif perdagangan AS. Brent ditutup di US$ 72,53 per barel (turun 0,97%), sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,06% menjadi US$ 6…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 02 August 2025 📖 1 menit
Harga Minyak Mentah Turun, Bayang-bayang Tariff Deadline AS
Sumur Minyak/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah melandai pada Jumat (1/8/2025), dipengaruhi ketidakpastian tarif perdagangan AS. Brent ditutup di US$ 72,53 per barel (turun 0,97%), sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,06% menjadi US$ 69,26 per barel. Investor cemas menjelang tenggat 1 Agustus yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk perpanjangan tarif.

Negara-negara mitra dagang yang belum menandatangani kesepakatan baru atau perpanjangan kini terancam kena tarif impor tinggi. Baru dua pertiga dari 18 mitra utama AS mencapai kesepakatan. Pengumuman Trump soal perpanjangan perjanjian dengan Meksiko selama 90 hari sekaligus penegasan tarif 25–50% bagi produk Meksiko menambah sentimen negatif pada permintaan minyak.

Menurut analis John Kilduff dari Again Capital, ketidakpastian tarif dapat menekan konsumsi energi global. “Tarif berdampak negatif terhadap permintaan minyak ke depannya,” ujarnya. Proyeksi permintaan yang turun menahan kenaikan harga, karena pelaku pasar khawatir pertumbuhan ekonomi melambat akibat perang dagang.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat produksi minyak mentah naik menjadi 13,49 juta barel per hari, sementara persediaan naik 7,7 juta barel menjadi 426,7 juta barel. Kenaikan pasokan domestik ini menambah tekanan downtrend harga. Jika data persediaan terus surplus, tekanan jual bisa berlanjut hingga minggu depan.

Bagi konsumen dan pelaku industri, tren ini berpeluang menurunkan biaya energi jangka pendek. Namun, pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan negosiasi tarif AS untuk memetakan risiko volatilitas harga minyak ke depan.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK