Fakta Nasional

Harga Minyak Naik Tipis, Dipicu Harapan Pertemuan Trump-Orban Soal Sanksi Rusia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia berhasil ditutup naik tipis pada akhir pekan, setelah mengalami tekanan di sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi pasar terkait potensi perubahan kebijakan sanksi energi terh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 09 November 2025 📖 1 menit
Harga Minyak Naik Tipis, Dipicu Harapan Pertemuan Trump-Orban Soal Sanksi Rusia
Sumur Minyak/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak dunia berhasil ditutup naik tipis pada akhir pekan, setelah mengalami tekanan di sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi pasar terkait potensi perubahan kebijakan sanksi energi terhadap Rusia, yang dipicu oleh pertemuan diplomatik di Gedung Putih.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka ditutup naik 0,39 persen ke level $63,63 per barel pada penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025) waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,54 persen dan ditutup di angka $59,75 per barel.

Sentimen Geopolitik Trump dan Orban

Faktor utama yang menopang harga kali ini adalah harapan bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dapat membuka jalan bagi pelonggaran sanksi. Pasar berspekulasi bahwa pertemuan ini bisa memberikan izin bagi Hungaria untuk kembali menggunakan minyak mentah dari Rusia.

"Pasar menunggu apakah pertemuan Trump-Orban akan menghasilkan pelonggaran sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia seperti Lukoil dan Rosneft," kata analis energi John Kilduff dari Again Capital. Jika sanksi dilonggarkan, ini bisa mengubah dinamika pasokan di Eropa, namun untuk saat ini spekulasi tersebut cukup untuk menaikkan harga.

Tekanan dari Pasokan dan Permintaan AS

Meskipun naik di akhir pekan, kedua acuan minyak mentah ini masih mencatatkan penurunan sekitar 2 persen sepanjang pekan. Tekanan ini datang dari peningkatan produksi di negara-negara penghasil utama. Selain itu, faktor domestik AS juga sangat membebani harga.

Harga minyak sebelumnya melemah tajam akibat penurunan drastis permintaan bahan bakar jet, menyusul pembatalan ribuan penerbangan di AS. Pembatalan ini disebabkan oleh kekurangan pengendali lalu lintas udara selama periode penutupan pemerintah (government shutdown).

Di sisi lain, data stok minyak mentah AS naik tajam sebesar 5,2 juta barel pekan lalu, jauh di atas ekspektasi dan memicu kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan. Faktor lain datang dari OPEC+ yang akan menambah sedikit produksi pada Desember, dan Arab Saudi yang memangkas harga jual untuk pembeli Asia karena pasar global yang dinilai sudah kelebihan pasokan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK