Harga Plastik Melonjak 50%, DPR Desak Pemerintah Jadikan Momentum Putus Ketergantungan Sekali Pakai
FAKTANASIONAL.NET – Lonjakan harga plastik dunia yang menembus angka 50 persen akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai harus menjadi alarm sekaligus peluang strategis bagi Indonesia. Anggota Komisi XII DPR RI, Dipo Nusantara, mendesak pemeri…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Lonjakan harga plastik dunia yang menembus angka 50 persen akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai harus menjadi alarm sekaligus peluang strategis bagi Indonesia.
Anggota Komisi XII DPR RI, Dipo Nusantara, mendesak pemerintah agar situasi ini tidak hanya dilihat sebagai beban ekonomi, melainkan titik balik untuk memangkas ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Langkah ini dianggap krusial mengingat kondisi ekosistem laut Indonesia yang kian kritis akibat polusi material yang sulit terurai tersebut.
“Lonjakan harga plastik ini seharusnya menjadi titik balik untuk mengurangi ketergantungan kita. Penggunaan plastik di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi sampah laut kita masih mendominasi, padahal sampah di laut itu berbahaya bagi ekosistem dan sangat sulit dibersihkan,” ujar Dipo Nusantara di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Ancaman Mikroplastik dan Bom Waktu Ekologis
Legislator asal NTT ini mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak jangka panjang sampah plastik. Selain merusak estetika lingkungan, kontaminasi mikroplastik telah merambah ke rantai makanan manusia yang memicu risiko kesehatan serius.
Berdasarkan data SIPSN KLHK tahun 2023, dari total 56,6 juta ton sampah tahunan di Indonesia, hampir 10 juta ton atau 18 persen di antaranya merupakan sampah plastik.
Dipo memperingatkan bahwa jika pola konsumsi tidak segera diubah, biaya pemulihan lingkungan di masa depan akan membebani keuangan negara.
“Kita harus jujur bahwa sampah plastik adalah ancaman serius. Plastik mencemari laut, membunuh biota, hingga menyumbat saluran air yang memicu banjir. Upaya pengurangan harus dilakukan secara sistematis sekarang juga, jangan menunggu kondisi lingkungan semakin memburuk,” tegas politisi PKB tersebut.
Dorong Industri Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Sebagai solusi, Dipo mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi pelarangan plastik sekali pakai secara nasional serta memperluas infrastruktur daur ulang.
Ia juga menantang sektor industri untuk menunjukkan tanggung jawab produsen dengan beralih ke kemasan berkelanjutan.
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku plastik saat ini adalah waktu yang tepat bagi industri untuk menghitung ulang efisiensi dengan beralih ke material alternatif yang lebih hijau.
“Kenaikan harga ini harus dimanfaatkan untuk mendorong perubahan perilaku di tingkat industri dan masyarakat. Ini saatnya kita beralih ke pola konsumsi yang lebih berkelanjutan demi melindungi generasi mendatang,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.