Hari ke-4 Pencarian 5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau, SAR Kerahkan 300 Personil
FAKTANASIONAL.NET - Tim SAR gabungan melanjutkan proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada hari ke-4 sejak Senin siang (7/9/2026). Jumat (11/9/2026) hari ini Tim SAR menerjunkan…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Tim SAR gabungan melanjutkan proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada hari ke-4 sejak Senin siang (7/9/2026).
Jumat (11/9/2026) hari ini Tim SAR menerjunkan enam kapal seperti kemarin untuk melakukan pencarian.
BACA JUGA
Prabowo Perintahkan KSAL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari Wartawan Peliput Anak Krakatau yang Hilang
"Penambahan alut sebenarnya masih alut yang sama. Sama dengan kemarin, seperti data yang nanti Bapak, Ibu lihat di belakang. Hanya mungkin di situ kalau untuk personel yang terlibat secara keseluruhan 300 itu, 300 lebih itu sudah termasuk yang di posko ya," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Jumat (11/9/2026).
Dia mengatakan tim SAR masih berpatokan pada data BMKG. Dia menyebut semua upaya akan dilakukan dalam proses pencarian.
"Semua sektor, semua sektor ya, kita lakukan pencarian berdasarkan data BMKG yang kami dapatkan. Untuk cuaca saat ini cerah berawan ya, mudah-mudahan sampai sore hari cerah berawan. Karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan," ujarnya.
BACA JUGA
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau Dilanjut Pagi Ini
Sementara itu, terkait dengan helikopter, Amrad menyebut pihaknya masih melihat kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dia menilai cuaca kemarin tidak mendukung untuk pencarian melalui udara.
"Ya, untuk helikopter kami juga sudah berkoordinasi, ya. Kemarin juga sudah dicoba melakukan searching, sudah melakukan searching itu kurang lebih sampai di daerah Pesisir Carita ya, dengan ketinggian kurang 15.000 feet dan sampai dengan 25.000 feet dan itu memang tidak ada tanda-tanda. Nah, untuk hari ini juga kita lihat dengan kondisi cuaca seperti ini," ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis (10/9), Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan korban yang hilang. Petugas baru menemukan life jacket dan pelampung botol di sekitar wilayah Anyer.
"Dari semua hasil ini, untuk yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol, selebihnya dari enam sektor ini masih nihil," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Al Amrad belum bisa memastikan apakah life jacket tersebut berasal dari kapal yang ditumpangi para jurnalis. Pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu.
BACA JUGA
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperluas, Jejak 5 Jurnalis dan Kru Belum Ditemukan
Respons Pemilik Kapal soal Temuan Life Jacket
Pemilik kapal Arupadhatu 1, yang ditumpangi rombongan jurnalis meliput Gunung Anak Krakatau, buka suara soal jaket pelampung hingga botol yang ditemukan TNI AL. Ia memastikan pelampung itu bukan yang berada di kapalnya.
Dalam foto yang diterima detikcom, jaket pelampung yang ditemukan berwarna jingga atau oranye. Sedangkan jaket yang ada di kapal Arupadhatu 1 berwarna merah dan hijau terang.
"Tadi konfirmasi ke kapten II, bukan punya Arupadhatu 1 katanya," kata pemilik kapal, Sandi Wiyasa kepada wartawan, Kamis (10/9/2026). (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.