Fakta Nasional

Hasil Survei: DPR Jadi Lembaga Negara Terendah dalam Mendapatkan Kepercayaan Publik

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga negera terendah dalam dalam mendapatkan kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida saat merilis hasil survei yang d…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 January 2025 📖 2 menit
Hasil Survei: DPR Jadi Lembaga Negara Terendah dalam Mendapatkan Kepercayaan Publik
Gedung DPR RI Senayan Jakarta/detik.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga negera terendah dalam dalam mendapatkan kepercayaan publik.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida saat merilis hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indikator Politik Indonesia terkait pandangan masyarakat terhadap berbagai lembaga negara dalam 100 hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Senin (27/1/2025).

Dari hasil survei yang dikeluarkan Indikator Politik Indonesia tersebut, hanya 3 persen publik yang menyatakan sangat percaya pada DPR. Sedangkan 64 persennya menyatakan cukup percaya, dan 26 persen kurang percaya.

Posisi terendah kedua ditempati Partai Politik dengan hasil 4 persen publik menyatakan sangat percaya, 58 persen cukup percaya dan 30 persen kurang percaya.

Sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menempati posisi ke tiga terendah dengan prosentese 5 persen publik menyatakan sangat percaya, 68 persen kurang percaya, dan 19 persen kurang percaya.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menempati peringkat ke empat terendah dengan prosentase 5 persen publik menyatakan sangat percaya, 68 persen cukup percaya dan 20 persen kurang percaya.

Dalam survei yang yang dikeluarkan Indikator Politik Indonesia tersebut juga dinyatakan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih selama 100 hari kerja mencapai 79,3 persen.

Lebih lanjut Rizka mengungkapkan, survei dilakukan pada 16-21 Januari 2025 dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling.

Responden terdiri atas 49,9% laki-laki dan 50,1% perempuan. Dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%, hasil survei ini memberikan gambaran akurat mengenai persepsi publik.

Dalam survei ini, responden diminta untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut: “Tolong sebutkan tingkat kepercayaan Ibu/Bapak terhadap masing-masing lembaga berikut? Apakah Ibu/Bapak sangat percaya, cukup percaya, kurang percaya, atau tidak percaya sama sekali?”

Berikut hasil lengkap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara dengan pertanyaan yang disampaikan kepada responden tersebut:

  • Presiden: 26 persen sangat percaya, 71 persen cukup percaya dan 20 persen kurang percaya.
  • TNI: 21 persen sangat percaya, 71 persen cukup percaya dan 5 persen kurang percaya,
  • Kejaksaan Agung: 13 persen sangat percaya, 66 persen cukup percaya dan 15 persen kurang percaya.
  • Komisi Pemberantasan Korupsi: 8 persen sangat percaya, 64 persen cukup percaya dan 22 persen kurang percaya.
  • Polri: 8 persen sangat percaya, 61 persen cukup percaya dan 26 persen kurang percaya.
  • Pengadilan: 7 persen sangat percaya, 64 persen cukup percaya dan 21 persen kurang percaya.
  • Mahkamah Konstitusi: 6 persen kurang percaya, 69 persen cukup percaya dan 16 persen kurang percaya.
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat: 5 persen sangat percaya, 68 persen cukup percaya dan 20 persen kurang percaya.
  • Dewan Perwakilan Daerah: 5 persen sangat percaya, 68 persen kurang percaya, dan 19 persen kurang percaya.
  • Partai Politik: 4 persen sangat percaya, 58 persen cukup percaya dan 30 persen kurang percaya.
  • Dewan Perwakilan Rakyat: 3 persen sangat percaya, 64 persen cukup percaya dan 26 persen kurang percaya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK