Fakta Nasional

Heboh! Platform Digital Ramai-Ramai Tolak Klaim Sepihak INMF Bentukan Bakom RI

FAKTANASIONAL.NET - Langkah Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) dalam membentuk Indonesia New Media Forum (INMF) kini memicu polemik panas. Niat awal untuk merangkul ekosistem media digital justru mendapat penolakan keras setelah sejumlah plat…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 08 May 2026 📖 1 menit
Heboh! Platform Digital Ramai-Ramai Tolak Klaim Sepihak INMF Bentukan Bakom RI
Bakom RI Bantah Ada Kontrak dengan INMF, Ungkap Musuh Sebenarnya di Era Digital/Foto: Ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET - Langkah Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) dalam membentuk Indonesia New Media Forum (INMF) kini memicu polemik panas.

Niat awal untuk merangkul ekosistem media digital justru mendapat penolakan keras setelah sejumlah platform dengan tegas membantah telah bergabung atau menjalin kesepakatan resmi dengan pemerintah.

Analis komunikasi politik terkemuka, Hendri Satrio, turut menyoroti sengkarut ini.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensat tersebut, inisiatif pemerintah untuk menggandeng entitas homeless media sebenarnya adalah langkah yang wajar. Namun, ia menyayangkan prosesnya yang terkesan buru-buru dan bersifat sepihak.

Mengutip pernyataannya yang dilaporkan oleh RMOL pada Kamis (7/5/2026), Hensat mempertanyakan mekanisme rekrutmen tersebut.

"Ya boleh saja, tapi platform itu memang mau direkrut? Kalau nggak mau ada sanksi nggak buat mereka?" ujarnya retoris. Ia menilai, akar dari kegaduhan publik ini murni karena minimnya komunikasi pra-pengumuman. Bakom RI dinilai abai dalam meminta izin sebelum memajang nama-nama platform digital ke ruang publik.

Lebih jauh, Hensat meragukan motif utama di balik pembentukan forum ini. Ia secara spesifik mengingatkan bahwa pemerintah tidak memiliki urgensi untuk mendikte arah konten media digital yang beroperasi secara independen di ranah maya.

Sebelumnya, Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, dengan bangga meresmikan INMF sebagai payung bagi homeless media yang selama ini merajai platform seperti Instagram, TikTok, dan X.

Alih-alih direspons positif, klaim tersebut justru memantik gelombang bantahan dari media terkait dan memicu perdebatan sengit di media sosial. Warganet kini terbelah; sebagian meragukan validitas data Bakom RI, sementara yang lain mengkritik langkah prematur pemerintah.

Bagi Hensat, solusi dari polemik ini sangat sederhana. "Tinggal disuplai saja informasi pemerintah, tapi nggak ada keharusan mereka harus menampilkan," pungkasnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK