Fakta Nasional

Hewan yang Dianggap Punah Kini Kembali ke Pulau Asalnya

FAKTANASIONAL.NET - Namanya terdengar lucu: tree lobster, atau “lobster pohon”. Namun sebenarnya ia adalah serangga tongkat raksasa bernama Dryococelus australis, salah satu serangga paling langka di dunia. Kisahnya adalah cerita nyata tentang kepun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 14 August 2026 📖 2 menit
Hewan yang Dianggap Punah Kini Kembali ke Pulau Asalnya
Serangga Langka Tree Lobster di Lord Howe Island, Australia. Foto: The Guardian

FAKTANASIONAL.NET - Namanya terdengar lucu: tree lobster, atau “lobster pohon”. Namun sebenarnya ia adalah serangga tongkat raksasa bernama Dryococelus australis, salah satu serangga paling langka di dunia.

Kisahnya adalah cerita nyata tentang kepunahan, penemuan kembali dan keberhasilan konservasi.

Apa yang terjadi?

Serangga ini dahulu hidup berlimpah di Lord Howe Island, Australia. Namun kedatangan tikus hitam setelah sebuah kapal karam pada 1918 mengubah nasibnya.

Serangga tersebut kemudian dianggap telah punah.

Selama puluhan tahun, para ilmuwan hanya memiliki bukti tidak langsung mengenai keberadaannya. Namun pada 2001, peneliti David Priddel dan Nicholas Carlile menemukan populasi kecil yang masih hidup di Ball's Pyramid, sebuah batu karang curam di dekat Lord Howe Island.

Siapa yang menyelamatkannya?

Para ilmuwan, kebun binatang dan lembaga konservasi bekerja bersama. Sepasang serangga dibawa ke Melbourne Zoo untuk memulai program pembiakan.

Program tersebut berhasil.

Kini ribuan individu telah berhasil diternakkan di beberapa kebun binatang dunia.

Kapan kisah ini menjadi sangat menarik?

Pada 2025, tikus invasif di Lord Howe Island berhasil diberantas. Hal itu membuka kemungkinan bahwa tree lobster dapat dikembalikan ke pulau asalnya.

Pada 2026, rencana pengembalian tersebut kembali mendapat perhatian karena para konservasionis melihat peluang nyata untuk memulihkan populasi di alam liar.

Mengapa serangga ini hampir punah?

Masalahnya bukan karena serangga tersebut tidak mampu hidup. Masalah utamanya adalah predator baru.

Tikus yang masuk ke pulau melalui kapal dapat memakan telur dan serangga dewasa. Karena ekosistem pulau tidak memiliki predator tersebut sebelumnya, tree lobster tidak memiliki pertahanan yang memadai.

Inilah salah satu masalah klasik ekosistem pulau: satu spesies asing dapat mengubah keseimbangan seluruh ekosistem.

Bagaimana mereka bisa diselamatkan?

Begitu populasi kecil ditemukan di Ball's Pyramid, ilmuwan mengambil beberapa individu untuk dikembangbiakkan.

Prosesnya membutuhkan waktu. Tetapi karena serangga tersebut dapat berkembang biak dalam penangkaran, populasinya meningkat.

Kini tantangan berikutnya justru lebih rumit: bagaimana mengembalikannya ke alam tanpa membuatnya kembali punah?

Habitat harus aman dari tikus. Tumbuhan makanan harus tersedia. Populasi harus cukup kuat. Dan para ilmuwan harus memastikan bahwa pelepasan tidak menghasilkan masalah baru.

Diperkirakan hanya sekitar 50 individu yang masih hidup di alam liar, sehingga spesies ini tetap sangat langka meskipun jumlah hasil pembiakan di penangkaran sudah meningkat pesat.

Kisah tree lobster memberikan ironi yang menarik. Manusia hampir membuat spesies itu punah, tetapi manusia pula yang kemudian membantu menyelamatkannya.

Ini bukan kisah “dinosaurus kembali hidup”. Namun dalam arti tertentu, hewan yang sudah dinyatakan hilang ternyata masih hidup, kemudian manusia membawanya kembali dari tepi kepunahan. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK