Fakta Nasional

Hilirisasi dan Investasi Rp371 Triliun: Andi Amran Sulaiman Targetkan Rp9.000 Triliun dan 8 Juta Lapangan Kerja di Pertanian

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memaparkan strategi investasi pertanian senilai Rp 371 triliun yang dirancang untuk berdampak langsung pada masyarakat. Dengan target pendapatan Rp 9.000 triliun dan 8 juta lapanga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 13 June 2025 📖 1 menit
Hilirisasi dan Investasi Rp371 Triliun: Andi Amran Sulaiman Targetkan Rp9.000 Triliun dan 8 Juta Lapangan Kerja di Pertanian
Kementan Jamin Pupuk Subsidi Lancar, Petani Tak Perlu Khawatir di Musim Tanam 2025!/(Ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memaparkan strategi investasi pertanian senilai Rp 371 triliun yang dirancang untuk berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan target pendapatan Rp 9.000 triliun dan 8 juta lapangan kerja, Amran menegaskan hilirisasi produk sebagai kunci peningkatan kesejahteraan petani dan daya saing komoditas di pasar domestik dan ekspor.

“Sektor pertanian harus diperkuat dari hulu ke hilir agar Indonesia mandiri dan berpengaruh di kancah global,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Contoh sukses hilirisasi kelapa: dari harga Rp 1.350/kg menjadi Rp 145.000/liter virgin coconut oil (VCO). Komoditas lain seperti kakao dan mete juga bisa meningkat hingga 38 kali lipat nilai jualnya.

Melalui pabrik pengolahan dan branding, petani mendapat margin lebih besar, sementara produk Indonesia semakin kompetitif.

Amran mengingatkan krisis pangan yang melanda 58 negara dapat memicu konflik sosial dan politik. Ia merujuk laporan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton pada 2025—melampaui target 32 juta ton. Untuk mengantisipasi volatilitas pasokan, program seed improvement, irigasi presisi, dan dukungan keuangan mikro bagi petani digalakkan.

Program investasi ini melibatkan pengembangan cold storage, agroindustri, dan korporasi petani. Kementan juga mendorong integrasi rantai pasok lewat digitalisasi dan kemitraan BUMN–swasta. “Kalau kebijakan bermasalah, maka negara juga akan bermasalah,” tegas Amran, menegaskan sinergi pemerintah dan swasta menjadi penentu sukses jangka panjang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK