Fakta Nasional

Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Atap Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk, 12 Penerbangan Terdampak

FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4) siang mengakibatkan kerusakan fasilitas di Terminal 3. Atap pada area Boarding Lounge Gate 7 dilaporkan ambruk akibat guyuran hujan lebat ya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 April 2026 📖 2 menit
Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Atap Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk, 12 Penerbangan Terdampak
Bandara Soekarno Hatta
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4) siang mengakibatkan kerusakan fasilitas di Terminal 3.

Atap pada area Boarding Lounge Gate 7 dilaporkan ambruk akibat guyuran hujan lebat yang disertai fenomena angin kencang (windshear).

PT Angkasa Pura Indonesia mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di tengah intensitas hujan yang sangat tinggi.

Meski sempat menimbulkan kepanikan singkat, pihak bandara memastikan penanganan dilakukan dengan cepat.

"Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan," ujar Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, dalam keterangan tertulisnya.

Operasional Berangsur Pulih

Pasca-kejadian, tim teknis segera diterjunkan untuk membersihkan material atap yang jatuh.

Yudistiawan memastikan bahwa saat ini area terdampak sudah dikosongkan dan dibersihkan sehingga tidak mengganggu kenyamanan penumpang di area lain.

"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," tambahnya.

Belasan Penerbangan Terpaksa Dialihkan

Meski kerusakan fisik di terminal dapat segera ditangani, kondisi cuaca ekstrem di sisi udara berdampak signifikan pada jadwal penerbangan.

Data dari Airport Operation Control Center (AOCC) menunjukkan gangguan pada fase pendaratan pesawat demi alasan keamanan.

Tercatat sebanyak 12 penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara terdekat, sementara 14 pesawat lainnya harus melakukan prosedur holding (berputar di udara), 13 pesawat melakukan go around (batal mendarat saat sudah mendekati landasan), dan satu penerbangan harus kembali ke apron (Return to Apron).

"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," tegas Yudistiawan.

Fasilitas Sisi Udara Tetap Aman

Walaupun terjadi kerusakan pada atap terminal, PT Angkasa Pura Indonesia memastikan infrastruktur vital di landasan pacu tetap berfungsi optimal. Tidak ditemukan adanya genangan air yang menghambat mobilitas pesawat di area teknis.

Yudistiawan memastikan seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.

Para penumpang diimbau untuk tetap memantau status penerbangan mereka melalui maskapai masing-masing mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK