Fakta Nasional

ICW Laporkan Dugaan Pemotongan Dana Haji 2025, Menag: Sudah Diklarifikasi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia Corruption Watch (ICW) resmi melaporkan dugaan penyelewengan penggunaan dana haji 2025 ke KPK, menyorot dua hal utama: layanan masyair dan dugaan pengurangan spesifikasi konsumsi untuk jemaah. ICW menyebut ada…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 12 August 2025 📖 1 menit
ICW Laporkan Dugaan Pemotongan Dana Haji 2025, Menag: Sudah Diklarifikasi
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia Corruption Watch (ICW) resmi melaporkan dugaan penyelewengan penggunaan dana haji 2025 ke KPK, menyorot dua hal utama: layanan masyair dan dugaan pengurangan spesifikasi konsumsi untuk jemaah. ICW menyebut ada indikasi pemilihan penyedia yang terhubung hingga pengurangan gramasi porsi makanan jemaah.

ICW memperkirakan potensi kerugian negara besar—berbagai pemberitaan menyebut angka estimasi kerugian ratusan miliar rupiah dari pengurangan spesifikasi konsumsi—sementara pelapor menunjuk adanya dugaan monopoli layanan oleh perusahaan terkait.

Menanggapi laporan ICW, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa masalah tersebut “sudah diklarifikasi” saat ditemui di Masjid Istiqlal dan menyebutkan tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan publik, meski ia tidak merinci pihak yang diklarifikasi. (Detik News, Sindonews Nasional)

Laporan ICW mendorong KPK untuk menelaah bukti dan memanggil pihak terkait; bila ditemukan unsur pidana, kasus bisa berlanjut ke penyidikan seperti halnya kasus kuota haji yang baru dinaikkan statusnya. Pengawasan publik dan audit independen menjadi kunci klarifikasi lebih lanjut.[dit]

 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK