Fakta Nasional

IHSG Gagal Pertahankan Rekor, Aksi Profit Taking Tekan Indeks ke Zona Merah

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi kedua, Selasa (4/11/2025). Setelah sempat mencetak rekor harga tertinggi (All-Time High/ATH) baru di sesi pertama,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 05 November 2025 📖 1 menit
IHSG Gagal Pertahankan Rekor, Aksi Profit Taking Tekan Indeks ke Zona Merah
IHSG/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi kedua, Selasa (4/11/2025). Setelah sempat mencetak rekor harga tertinggi (All-Time High/ATH) baru di sesi pertama, IHSG akhirnya ditutup merosot 0,4% ke level 8.241,91.

Pada perdagangan sesi pertama, indeks andalan bursa domestik ini sebenarnya bergerak impresif di zona hijau dan sukses menembus level psikologis 8.300. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Data perdagangan mencatat sebanyak 439 saham turun, 207 saham naik, dan 165 stagnan. Nilai transaksi bursa tergolong ramai, mencapai Rp 19,16 triliun. Pelemahan ini tampaknya didorong oleh aksi ambil untung (profit taking) investor.

Saham 'Big Caps' Jadi Pemberat Utama

Pelemahan IHSG hari ini utamanya diseret oleh koreksi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat turun 1,73% dan berkontribusi menekan indeks sebesar 11,60 poin. Selain itu, saham PT Barito Pacific (BRPT) ambruk 4,63% dengan sumbangsih pelemahan 10,61 poin.

Saham lain yang menjadi pemberat signifikan adalah PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) milik Hermanto Tanoko, yang kembali menyentuh auto rejection bawah (ARB). Emiten konglomerat lain seperti BRMS, TPIA, dan AMMN juga ikut menekan kinerja indeks. Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penahan utama pelemahan indeks dengan kenaikan 4,48%.

Pasar Regional Bergerak Melemah

Jelang rilis data penting domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan, IHSG bergerak sejalan dengan mayoritas pasar Asia-Pasifik yang juga melemah. Investor di kawasan regional tampak berhati-hati, terutama menjelang keputusan suku bunga bank sentral Australia (RBA).

Indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan tercatat melemah. Sementara itu, bursa AS (Wall Street) semalam ditutup bervariasi. Indeks Nasdaq dan S&P 500 menguat didorong reli saham teknologi seperti Amazon dan Nvidia, namun indeks Dow Jones justru melemah tipis.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK