Fakta Nasional

IHSG Melemah 0,87% di Awal Pekan 2 Juni 2025: Analisis Sektor dan Sentimen Pasar Domestik

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi I Senin (2/6/2025) menunjukkan penurunan signifikan. IHSG melemah 62,5 poin atau 0,87% ke level 7.113 pada pukul 09.12 WIB, setelah dibuka pada 7.132 dan bergerak di…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 03 June 2025 📖 2 menit
IHSG Melemah 0,87% di Awal Pekan 2 Juni 2025: Analisis Sektor dan Sentimen Pasar Domestik
IHSG/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi I Senin (2/6/2025) menunjukkan penurunan signifikan.

IHSG melemah 62,5 poin atau 0,87% ke level 7.113 pada pukul 09.12 WIB, setelah dibuka pada 7.132 dan bergerak di rentang 7.103—7.152 pada menit-menit awal.

Volume perdagangan mencapai 3,5 miliar lembar saham, dengan total nilai transaksi Rp 3,361 triliun dan frekuensi 197.204 kali transaksi.

Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih bersifat berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri.

Pada sesi pembukaan, dari 656 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 295 saham mengalami penurunan, 170 saham menguat, dan 191 saham stagnan.

IHSG yang sempat menyentuh level terendah 7.103 menunjukkan tekanan jual yang cukup masif pada pembukaan perdagangan.

Total volume dan nilai transaksi yang tinggi menggambarkan antusiasme investor untuk merespons sentimen global, termasuk gejolak pasar keuangan di AS dan risiko suku bunga yang masih terjaga tinggi.

Para investor cenderung melakukan profit taking setelah rally IHSG selama beberapa pekan terakhir, sehingga terjadilah koreksi wajar di level ini.

Hampir semua indeks sektoral berada di zona merah. Sektor industri memimpin koreksi dengan penurunan tajam sebesar 1,19%, diikuti oleh sektor keuangan (-0,99%) dan sektor kesehatan (-0,74%).

Penurunan pada sektor industri dipengaruhi oleh penurunan saham-saham manufaktur dan otomotif yang mencatatkan volume jual bersih.

Sementara itu, sektor transportasi dan logistik masih tampak resilien, mencatatkan penguatan tipis +0,17%, sejalan dengan pergerakan saham-saham maskapai dan emiten pelabuhan yang mendapat sentimen positif dari peningkatan arus barang menjelang semester kedua 2025.

Sektor teknologi juga sedikit menguat (+0,07%), didukung oleh kenaikan harga beberapa saham startup unicorn yang akan melakukan penawaran umum perdana (IPO).

Indeks saham unggulan pun tidak lepas dari tekanan. Indeks LQ45 merosot 1,41%, Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 0,81%, dan IDX30 atau Investor33 turun paling dalam hingga 1,47%.

Pelemahan ini menunjukkan bahwa saham-saham blue-chip juga ikut mengalami aksi profit taking. Namun, analis menilai koreksi ini masih dalam batas wajar dan bisa menjadi momentum bagi investor untuk memburu saham-saham unggulan dengan valuasi menarik. Sentimen global, termasuk ketidakpastian kebijakan moneter The Fed dan konflik geopolitik, akan menjadi faktor kunci pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK