Fakta Nasional

IHSG Melonjak 1,69% di Sesi I, Didorong Sentimen Positif dan Penguatan Rupiah

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar modal Indonesia mencatat kinerja gemilang pada sesi I perdagangan Rabu (14/5/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 115,6 poin atau 1,69% ke level 6.948,4. Rentang pergerakan indeks sepanjang se…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 14 May 2025 📖 1 menit
IHSG Melonjak 1,69% di Sesi I, Didorong Sentimen Positif dan Penguatan Rupiah
IHSG/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar modal Indonesia mencatat kinerja gemilang pada sesi I perdagangan Rabu (14/5/2025).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 115,6 poin atau 1,69% ke level 6.948,4.

Rentang pergerakan indeks sepanjang sesi ini berada di antara 6.914 hingga 6.955, mencerminkan kepercayaan investor yang kembali membaik.

Volume perdagangan mencapai 19,08 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 9,42 triliun dari 880.051 kali transaksi.

Sebanyak 405 saham melejit, 208 saham terkoreksi, dan 182 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan broad-based rally yang dipimpin sektor perbankan, properti, dan konsumer.

Penguatan IHSG kali ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global, terutama berkurangnya kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed.

Selain itu, data inflasi Indonesia yang terjaga stabil turut menambah optimisme pelaku pasar.

Meredanya tekanan harga mendorong ekspektasi suku bunga BI acuan tidak akan dinaikkan signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Sejalan dengan reli IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot exchange menguat ke level Rp 16.572 per dolar AS, naik 54,5 poin atau 0,33% (Bloomberg).

Penguatan mata uang domestik menurunkan biaya impor dan memberikan ruang bagi korporasi untuk memperbaiki margin laba. Ke depannya, rupiah yang stabil akan memikat aliran modal asing kembali ke pasar saham Indonesia.

Para analis memperkirakan, keberlanjutan rally IHSG pada sesi II dan perdagangan berikutnya sangat bergantung pada rilis data neraca perdagangan April 2025 serta hasil rapat Dewan Gubernur BI.

Jika data ekspor masih menunjukkan surplus dan BI mempertahankan suku bunga, sentimen positif dapat berlanjut, menarik minat investor baik domestik maupun mancanegara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK