Iman Zanatul Haeri Kritik Rocky Gerung soal MBG: Kesejahteraan Guru Jangan Dikesampingkan
FAKTANASIONAL.NET – Perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan anggaran pendidikan kembali menjadi sorotan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritik pandangan Rocky Gerung yang membahas hubun…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan anggaran pendidikan kembali menjadi sorotan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritik pandangan Rocky Gerung yang membahas hubungan antara pemenuhan nutrisi anak dan kesejahteraan guru.
Iman menilai argumentasi Rocky berpotensi menempatkan kebutuhan gizi anak seolah-olah berlawanan dengan hak guru untuk mendapatkan penghasilan yang layak.
Kritik tersebut disampaikan melalui akun X pribadinya pada Senin (12/10/2026). Iman merespons pernyataan Rocky dalam sebuah siniar di YouTube bersama akademisi Bagus Muljadi yang membahas anggaran pendidikan, gaji guru, dan pemenuhan nutrisi anak.
"Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG. Dengan menyatakan bahwa gaji guru diambil dari nutrisi anak, sehingga MBG gak masalah mengambil gaji guru," tulis Iman, dikutip dari FAJAR.CO.ID.
Ia juga menyoroti kondisi guru yang belum menerima gaji selama berbulan-bulan. Menurut Iman, persoalan pemenuhan nutrisi anak tidak seharusnya mengabaikan kesejahteraan tenaga pendidik.
"Kalau gurunya tidak punya gaji berbulan-bulan? Yang bisa diambil tinggal darahnya aja. Berarti lu ngisep darah guru, Rock," lanjutnya.
Dalam dialog bersama Bagus Muljadi, Rocky membahas kemungkinan pengalihan anggaran pendidikan untuk membiayai MBG maupun meningkatkan kesejahteraan guru. Ia menekankan bahwa kebutuhan nutrisi anak tetap penting untuk mendukung kemampuan mereka dalam mengikuti pembelajaran.
“Kalau misalnya seluruh dana pendidikan dipindahin ke MBG, gurunya mati tuh. Kalau begitu sebaliknya, kalau seluru dana MBG dipindahin ke guru, gurunya betul-betul tercerdas,” kata Rocky.
Ia kemudian menghubungkan pemenuhan gizi dengan kualitas kemampuan belajar peserta didik.
“Tapi begitu dia mulai untuk mengajar dilihat anaknya bego. Kenapa? Ya anaknya nggak dapat nutrisi,” imbuhnya.
Melalui pernyataan tersebut, Rocky berpandangan bahwa peningkatan kesejahteraan guru saja tidak cukup untuk menjamin kualitas pembelajaran jika kebutuhan dasar anak, termasuk nutrisi, tidak terpenuhi.
Ia juga menyoroti kemungkinan dampak pengurangan anggaran MBG untuk meningkatkan gaji guru. Dalam argumentasinya, kekurangan nutrisi berpotensi berkaitan dengan persoalan stunting dan perkembangan otak anak.
Perbedaan pandangan Iman dan Rocky memperlihatkan persoalan mengenai prioritas anggaran pendidikan. Pemerintah dihadapkan pada kebutuhan memenuhi gizi peserta didik sekaligus memastikan tenaga pendidik memperoleh penghasilan yang layak.
Kritik Iman berfokus pada pentingnya memperhatikan hak guru, sedangkan Rocky menekankan peran nutrisi dalam mendukung kemampuan belajar anak.
Perdebatan tersebut menempatkan kesejahteraan guru dan pemenuhan gizi anak sebagai dua persoalan yang sama-sama dibahas dalam kebijakan pendidikan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.