Imbauan Kemenhaj untuk Jemaah yang Tiba di Tanah Air: Rawat Kemabruran Haji dan Tebar Manfaat
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Arab S…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Arab Saudi saat sudah kembali ke Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa fase kepulangan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah momentum besar untuk menghadirkan semangat ibadah yang nyata ke dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
“Haji bukan hanya tentang perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji terus hidup setelah jemaah kembali ke rumah. Kepulangan ini adalah awal dari pengabdian baru di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Ichsan Marsha di Jakarta, dikutip Sabtu (20/6).
Ichsan menaruh harapan besar agar para jemaah dapat konsisten merawat predikat haji yang mabrur dengan cara memperkuat empati, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi pelopor teladan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan selama perjalanan pulang. Yang tidak kalah penting, mari rawat kemabruran haji dengan menghadirkan manfaat bagi sesama, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadi teladan kebaikan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Pentingnya Mematuhi Aturan Penerbangan dan Larangan Air Zamzam
Di samping pesan spiritual, Ichsan juga memberikan poin-poin imbauan teknis yang wajib diperhatikan oleh para jemaah demi kelancaran proses kepulangan. Ia mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga keamanan dokumen penting seperti paspor, teliti terhadap barang bawaan, serta mutlak mematuhi regulasi penerbangan yang berlaku.
Salah satu hal krusial yang digarisbawahi adalah larangan keras memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi tercatat maupun tas jinjing kabin, demi alasan keselamatan penerbangan.
Berdasarkan data berkala yang dirilis Kemenhaj, hingga Jumat (19/6), tercatat sebanyak 121.301 jemaah beserta petugas haji telah mendarat kembali dengan selamat di Indonesia.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengawal dan memberikan pelayanan terbaik dalam proses pemulangan gelombang berikutnya.
“Dari Tanah Suci untuk Negeri, mari membawa pulang nilai dan menebarkan manfaat demi sukses peradaban,” pungkas Ichsan menutup keterangannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.