Fakta Nasional

Immanuel Ebenezer Diduga Terima Motor dari Irvian

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel kembali jadi sorotan setelah KPK mengungkap cara dirinya menerima sepeda motor Ducati Scrambler dari tersangka Irvian Bobby Mahendro. Motor tersebut kini t…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 25 August 2025 📖 1 menit
Immanuel Ebenezer Diduga Terima Motor dari Irvian
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel kembali jadi sorotan setelah KPK mengungkap cara dirinya menerima sepeda motor Ducati Scrambler dari tersangka Irvian Bobby Mahendro. Motor tersebut kini telah disita penyidik KPK dengan kondisi menggunakan plat nomor palsu.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, pemberian motor berawal dari permintaan Noel kepada Irvian. “Saya tahu kamu main motor besar, cocoknya motor apa buat saya?” kata Noel kala itu, sebagaimana ditirukan Setyo.

Selain motor, Irvian juga memberikan uang Rp3 miliar untuk renovasi rumah Noel. Hal ini menambah daftar dugaan gratifikasi yang diterima oleh mantan pejabat tersebut. Noel bahkan sempat menyebut Irvian sebagai “sultan” karena kekayaannya yang melimpah di Ditjen Binwasnaker dan K3.

KPK menduga praktik pemerasan ini berlangsung sejak 2019, dengan total penerimaan hingga Rp69 miliar.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Noel membantah tudingan pemerasan dan menolak disebut terjaring OTT. Ia mengklaim kasusnya hanya digiring dengan narasi yang merugikan dirinya.

Namun, KPK menegaskan bahwa bukti berupa motor dan uang sudah cukup kuat untuk mendalami peran Noel dalam kasus ini. Publik menunggu proses hukum lebih lanjut agar perkara ini terbuka jelas.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK