Fakta Nasional

Impor Energi Picu Hilangnya Devisa Rp523 Triliun: Strategi Transisi Sebagai Solusi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti dampak serius dari tingginya impor energi terhadap perekonomian nasional. Menurut Bahlil, tingginya ketergantungan pada impor minyak mentah (crude…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 10 December 2025 📖 1 menit
Impor Energi Picu Hilangnya Devisa Rp523 Triliun: Strategi Transisi Sebagai Solusi
Pemerintah tengah mengkaji teknologi kompor listrik generasi terbaru demi menekan impor LPG./(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti dampak serius dari tingginya impor energi terhadap perekonomian nasional. Menurut Bahlil, tingginya ketergantungan pada impor minyak mentah (crude oil) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mengakibatkan hilangnya devisa negara mencapai angka fantastis Rp523 triliun per tahun. Bahlil meyakini bahwa jika angka ini mampu ditekan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melonjak signifikan, minimal antara 2 hingga 3 persen, 9 Desember 2025.

Jurang Lebar Kebutuhan dan Produksi

Data tahun 2024 menunjukkan adanya kesenjangan yang besar antara kebutuhan dan produksi minyak dalam negeri. Produksi minyak nasional hanya mencapai 221 juta barel, sementara impor minyak menyentuh 313 juta barel. Selain minyak, Indonesia juga sangat bergantung pada impor Gas LPG untuk kebutuhan domestik. Konsumsi LPG mencapai 8,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton, yang berarti Indonesia mengimpor hingga 7,2 juta ton LPG setiap tahun.

Peta Jalan Transisi Energi dan Implementasi B50

Untuk menekan impor energi, Menteri ESDM memastikan akan ada strategi transisi energi yang terstruktur. Pasokan Gas Alam Cair (LNG) akan dijamin oleh produksi nasional tanpa rencana impor. Kebijakan implementasi B50 tahun depan (campuran 50% biodiesel dalam solar) diharapkan secara drastis mengurangi impor solar. Selain itu, kebijakan campuran etanol 10 persen dengan BBM dijadwalkan akan mulai diterapkan pada tahun 2027, yang menandakan komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor dan mengamankan devisa negara.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK