Impor Mobil Pikap India: Skema Cicilan Tanpa Beban APBN
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rencana pengadaan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sempat memicu tanya terkait beban anggaran negara. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa proyek ini…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rencana pengadaan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sempat memicu tanya terkait beban anggaran negara.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa proyek ini tidak menambah risiko fiskal bagi APBN, dilansir pada 24 Februari 2026.
Pembiayaan impor armada senilai Rp24,66 triliun ini bersumber dari pinjaman bank-bank milik negara (Himbara). Pemerintah hanya bertugas membayar cicilan sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
Skema ini dilakukan dengan cara mengalihkan sebagian alokasi Dana Desa yang memang sudah dianggarkan setiap tahunnya ke dalam bentuk aset produktif.
Armada yang didatangkan mencakup pikap 4x4 dan truk roda enam dari produsen otomotif ternama India seperti Tata Motors dan M&M.
Pengadaan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas logistik di wilayah pedesaan, sehingga distribusi hasil bumi menjadi lebih efisien dan murah melalui pengelolaan koperasi yang mandiri.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.