Fakta Nasional

InCRA dan Trisakti Jalin Kerja Sama Rancang Pedoman Standar Kompetensi BCMS Sektor Kontruksi

JAKARTA, FAKTANASIONAl.NET - Indonesian Continuity anf Resilience Association (InCRA) dan Universitas Trisakti menjalin kerja sama gunan merancang pedoman standar komptensi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) atau Business Continuity Manageme…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 19 January 2025 📖 2 menit
InCRA dan Trisakti Jalin Kerja Sama Rancang Pedoman Standar Kompetensi BCMS Sektor Kontruksi
InCRA dan Universitas Trisakti menandatangani MoU kerjasama pem penyusunan standar kompetensi BCMS sektor Konstruksi, Sabtu (18/1/2025)/fkn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAl.NET - Indonesian Continuity anf Resilience Association (InCRA) dan Universitas Trisakti menjalin kerja sama gunan merancang pedoman standar komptensi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) atau Business Continuity Management System (BCMS) untuk sektor kontruksi.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan Dialog dan Rapat Kerja InCRA 2025 yang berlangsung di Balroom Sri Suwarsih Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2025).

"Kami sudah lebih 12 tahun merintis BCMS ini. Kami ingin melanjutkan langkah kecil kami ini untuk menjadi sesuatu yang besar. Untuk mewujudkan hal tersebut, kita harus berkolaborasi," kata Ketua Umum InCRA, Roy Urich Kusumawardhana dalam sembutannya saat membuka sesi dialog.

Dipilihnya penyusunan pedoman standar kompetensi BCMS untuk sektor Konstruksi untuk dilaksanakan terlebih, lanjutnya, karena pasca bencana yang paling merepotkan itulah adalah membangun konstruksi pasca terjadinya bencana.

"Contohnya kasus tsunami Aceh. Membutuhkan 3-4 tahun untuk melakukan rekontruksi satu kota yang dilanda bencana tersebut. Kita harus bahas konstruksi dari awal, mulai dari pemilihan lokasi, design, bagaimana pembangunannya, bagaiaman pasca berdirinya, pengoperasiannya sampai terjadinya pasca bencana lagi," terang dia.

Selain itu, lanjutnya, hingga saat ini belum ada pedamoman standar komptensi BCMS sektor konstruksi. Dengan kalobarsi yang dilakukan, pedoman standar yang yang disusun dapat menjadi pegangan bagi sektor konstruksi.

"Kami memberanikan diri untuk memberikan warna terhadap standar BCMS Indonesia, kita mulai dari sektor kontruksi. Ke depannya kita masuk ke sektor ketenaga listrikan. Kita akan mengandeng beberapa akemisi, regulator dan pihak-pihak terkait lainnya," ujar Roy.

"Dan dipilihnya Trisakti sebagai mitra kolaborasi, karena universitas ini memilki akademis yang cukup bagus dan kuat dari sisi akademisi dan sisi jaringan," tambahnya.

[caption id="attachment_24859" align="alignnone" width="250"] Kegiatan Forum Dialog dan Rapat Kerja InCRA 2025 yang berlangsung di Balroom Sri Suwarsih Kantor Pusat BPJS Ketenaga Kerjaan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2025)/zul-otn.[/caption]

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Trisakti, Dr. Ir. A. Hadi Prabowo, M.T mengungkapkan bahwa kerja sama yang dilakukan mencakup penyusunan standar kompentesi untuk anggota InCRA.

Selain itu, dilakukan juga kerja sama pengembangan kurikulum dan pendidikan yang sustainable untuk anggota-anggota InCRA nantinya.

"Dalam penelitian standar kompetensi ini kita akan membentuk tim yang akan akan bersinergi sekitar 2-3 tahun. Sinergi ini akan berkelanjutan karena akan ada suatu kebutuhan-kebutuhan terkait substansi dari BCMS itu sendiri," kata Hadi.

Sedangkan terkait InCRA, Hadi menilai keberadaan InCRA sendiri sangat penting sekali sebagai sebuah organisasi profesi yang berperan memberikan masukan-masukan pada corporate agar kontinuitasnya tetap terjaga dari segala ancaman risiko kebencanaan.

"Keberadaan InCRA dan anggotanya sangat penting dalam membantu dan memberika masukan kapada corporate dalam menghadapi risiko-risiko kebencanaan. Apa lagi di sektor kontruksi, saya rasa peranan InCRA sangat signifikan," pungkasnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK