Fakta Nasional

Indeks Kerja dan Konsumen Melemah, DPR Minta Menkeu Baru Ambil Langkah Cepat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menyoroti turunnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada 10 September 2025. Nilai IKLK kini berada di angka 93,2, atau di bawah level 100…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 15 September 2025 📖 1 menit
Indeks Kerja dan Konsumen Melemah, DPR Minta Menkeu Baru Ambil Langkah Cepat
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati/f.pks.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menyoroti turunnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada 10 September 2025. Nilai IKLK kini berada di angka 93,2, atau di bawah level 100, menandakan zona pesimis sejak Mei 2025.

“Penurunan optimisme terhadap lapangan kerja bisa berdampak pada konsumsi rumah tangga," kata Anis, dikutip dari keterangan tertulisnya kepada media, Minggu (14/9/2025).

"Masyarakat cenderung lebih hati-hati membelanjakan uangnya, yang jika dibiarkan berlanjut akan melemahkan permintaan domestik sekaligus memperlambat pemulihan ekonomi,” tambah dia.

Selain IKLK, BI juga melaporkan penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2025 menjadi 117,2, turun dari 118,1 di Juli. Meski masih berada di zona optimis karena di atas 100, angka tersebut merupakan yang terendah sejak September 2022.

Politisi PKS ini menilai, melemahnya kepercayaan konsumen akan berdampak langsung pada konsumsi masyarakat. Karena itu, ia menekankan perlunya langkah cepat dari Menteri Keuangan yang baru untuk menggenjot daya beli.

Menurut Anis, salah satu kebijakan yang bisa dipertimbangkan adalah kenaikan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Usulan ini, kata dia, sudah pernah disampaikan fraksinya dua tahun lalu.

“Jika konsumsi meningkat, maka investasi pun akan bergerak. Kenaikan PTKP bisa menjadi solusi untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK