Fakta Nasional

Indonesia Adalah Target Rusuh Selanjutnya

FAKTANASIONAL.NET - Sebagai pengingat, sebelumnya telah ada dua tulisan: 18 Juli 2020, saya menulis "Cara Membunuh Thanos" . Dia tidak dibunuh dengan pukulan. Dia dibunuh pelan-pelan dengan menghentikan darah dan nafasnya. Darahnya adalah Minyak, di…

Penulis: SAH Editor: Moh Sahlan Tuesday, 03 November 2026 📖 2 menit
Indonesia Adalah Target Rusuh Selanjutnya

FAKTANASIONAL.NET - Sebagai pengingat, sebelumnya telah ada dua tulisan:

18 Juli 2020, saya menulis "Cara Membunuh Thanos". Dia tidak dibunuh dengan pukulan. Dia dibunuh pelan-pelan dengan menghentikan darah dan nafasnya. Darahnya adalah Minyak, dihentikan lewat Kesepakatan Iklim Paris 2015. Dan nafasnya adalah Uang, dihentikan lewat Kesepakatan Transparansi 2017 di Hamburg Jerman. (https://www.facebook.com/share/p/18rtthY7kG/)

18 Oktober 2026, saya tulis: "Dendam Kesumat Rezim Fosil". Saya tutup dengan kalimat: Jangan baca rusuh hanya dari headline. Baca polanya. Ini adalah skenario balas dendam. (https://www.facebook.com/share/p/1FPGPnSFic/)

Target pertama: Perancis. Tuan rumah Kesepakatan Iklim 2015. Di Le Bourget, Paris, 196 negara menandatangani akta kematian Rezim Fosil. Sejak hari itu Paris tidak pernah tenang. Dari Bataclan 2015, Rompi Kuning 2018 yang sengaja dipicu isu pajak BBM, sampai 17 Oktober 2026 kemarin: balai kota Limoges dibakar. Perancis harus dibuat sibuk memadamkan rumahnya sendiri agar gagal memimpin transisi.

Target kedua: Jerman yang jadi tuan rumah Kesepakatan Transparansi 2017. Di Hamburg, transparansi keuangan dunia diketok. Maka Frankfurt, jantung keuangan Eropa, yang dipilih untuk dijarah. Isunya sama: biaya hidup, sekolah bobrok. Tapi mesinnya sama: ultra-kiri dan delinkuen yang membakar toko dan gedung publik.

Negara Eropa lain? Italia, Spanyol, Belgia? Itu hanya "collateral damage".

Lalu siapa selanjutnya? INDONESIA!

Karena Indonesia memegang dua kunci yang dulu dipakai untuk membunuh Thanos.

Pertama, kita adalah tuan rumah energi baru terbarukan, mandatori Paris. Dunia bisa sepakat tinggalkan minyak, tapi tanpa nikel, CPO, B50 dan B100 dari Indonesia, Era Lithium dan Biofuel tidak akan pernah lahir. Kita adalah kuncinya.

Kedua, kita adalah pemilik aset kolateral terbesar pasca Transparansi. Ketika data brankas Swiss, London, New York, Singapura, Timur Tengah dibuka paksa, yang terbuka bukan hanya uang haram Thanos, tapi juga peta warisan dunia. Peta yang menunjuk ke timur, ke ledger Dinasti jalur Hawala dan Trusty Kesultanan Nusantara. Tatanan baru melalui BRICS jika tanpa ditopang aset milik Nusantara hanya akan menjadi kendaraan perang tanpa amunisi.

Perancis dilumpuhkan sebagai nadi untuk menghentikan darah Thanos. Dan Jerman dilumpuhkan sebagai jantung menghentikan nafas Thanos. Maka selanjutnya Indonesia harus dilumpuhkan sebagai pelaksana mandatori dan pemilik brankas.

Caranya? Lihat tanda-tandanya yang sudah nampak.

Di Indonesia, narasinya selalu didengungkan oleh Londo Ireng. Pemerintah di-delegitimasi, ijazah digoreng, waris dinasti Pajang diadu, swasembada, hilirisasi, ekspor satu pintu diserang dengan berbagai propaganda. Program B50 dibunuh dengan isu sawit merusak hutan. Dan yang mengerikan dan nyata mulai terdengar: Seruan Perancis-kan Indonesia dan Teriakan Revolusi!

Pola yang sama. Kostum yang berbeda.

Perancis sudah. Jerman sudah. Dan target selanjutnya Jakarta. Maka tugas kita bersama: Bagaimana mencegah rusuh, mengantisipasi kudeta, dan menumpas Londo Ireng.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK