Fakta Nasional

Indonesia Jadi Kandidat Kuat Presiden Dewan HAM PBB 2026

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dukungan internasional terhadap pencalonan Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) untuk periode 2026 terus mengalir. Salah satu dukungan signifikan datang dari pemerintah Tiongkok. Langkah ini mem…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 27 December 2025 📖 1 menit
Indonesia Jadi Kandidat Kuat Presiden Dewan HAM PBB 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025)/dpr.go.id.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dukungan internasional terhadap pencalonan Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) untuk periode 2026 terus mengalir. Salah satu dukungan signifikan datang dari pemerintah Tiongkok.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia di kancah global dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan multilateralisme yang inklusif.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai bagian dari Kelompok Asia-Pasifik di Dewan HAM.

Tiongkok menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam memajukan isu-isu hak asasi manusia di level internasional.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dialog yang lebih konstruktif antarnegara anggota PBB.

Menteri HAM, Natalius Pigai, mengungkapkan rasa bangganya atas kemenangan telak Indonesia dalam pemungutan suara di Jenewa.

Indonesia berhasil meraih 34 suara, mengungguli kandidat lainnya dari kawasan yang sama. Meskipun keputusan final baru akan diumumkan pada Januari 2026, hasil voting ini menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga keadilan global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK