Indonesia Jajaki Impor Lithium Australia untuk Ekosistem Baterai
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia terus memperkuat roadmap pengembangan ekosistem baterai listrik nasional demi mempercepat transisi energi. Dalam International Battery Summit di Jakarta (5/8/2025), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meng…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia terus memperkuat roadmap pengembangan ekosistem baterai listrik nasional demi mempercepat transisi energi.
Dalam International Battery Summit di Jakarta (5/8/2025), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana impor lithium dari Australia sebagai langkah strategis menutup kekurangan pasokan bahan baku di dalam negeri.
Indonesia sejak 2020 telah menyusun peta jalan hilirisasi mineral, termasuk nikel dan mangan, tetapi kekosongan lithium memerlukan solusi impor.
Peta Jalan Impor Lithium untuk Baterai Sejak 2020
Sejak dicanangkan pada 2020, roadmap baterai mencakup hulu ke hilir: penambangan, pengolahan, pembuatan sel, hingga perakitan baterai.Posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia menjadi modal kuat, namun ketersediaan lithium yang terbatas menuntut kerja sama internasional.
Pemerintah telah merangsang investasi smelter dan pabrik baterai dengan insentif fiskal dan perizinan yang dipermudah.
Strategi B2B untuk Keberlanjutan Pasokan Impor Lithium
Impor lithium dialokasikan melalui skema business to business (B2B), di mana perusahaan dalam negeri menjalin kontrak langsung dengan mitra Australia.Selain efisiensi logistik, skema ini diharapkan menekan biaya produksi baterai dan mempercepat realisasi pabrik sel baterai domestik.
Dengan populasi kendaraan listrik yang mencapai 207.000 unit pada 2024 (naik 78% dari tahun sebelumnya), pemerintah menargetkan produksi lokal 9 juta sepeda motor listrik dan 600.000 mobil serta bus listrik pada 2030.
Langkah ini diharapkan mengurangi konsumsi BBM sebesar 21,65 juta barel dan menekan emisi karbon hingga 7,9 juta ton CO₂.
Bahlil menegaskan, “Pemerintah hadir untuk menciptakan ekosistem kondusif, agar pengusaha tetap menanamkan modal demi Indonesia yang hijau dan mandiri energi.”.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.