Fakta Nasional

Indonesia Kokohkan Posisi Raja Sawit Dunia, Ekspor CPO dan Turunannya Melonjak 26 Persen

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sawit global semakin tidak tergoyahkan. Hal ini didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri serta penguatan strategi hilirisasi ya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 19 April 2026 📖 2 menit
Indonesia Kokohkan Posisi Raja Sawit Dunia, Ekspor CPO dan Turunannya Melonjak 26 Persen
Kementan bersama Satgas Pangan Polri kini mengusut dugaan praktik kartel menyusul anomali penurunan harga domestik komoditas tersebut../net.

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sawit global semakin tidak tergoyahkan.

Hal ini didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri serta penguatan strategi hilirisasi yang membuat ketergantungan dunia terhadap produk sawit Indonesia semakin besar.

Amran menekankan bahwa kunci kekuatan Indonesia terletak pada penguasaan pasar yang dominan, terutama jika ekspor dialihkan ke produk olahan bernilai tambah tinggi.

"Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan," tegas Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Pertumbuhan Ekspor dan Produksi yang Signifikan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor sawit menunjukkan grafik yang sangat positif pada awal tahun ini.

Nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada periode Januari-Februari 2026 menembus 4,69 miliar dolar AS, melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi volume, terjadi kenaikan yang cukup tajam dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Lonjakan ini sejalan dengan peningkatan produksi nasional sepanjang tahun 2025. Menurut data GAPKI:

  • Produksi CPO 2025: Mencapai 51,66 juta ton (naik 7,26 persen).

  • Total Produksi CPO & PKO: Tercatat sebesar 56,55 juta ton.

  • Nilai Ekspor Tahunan 2025: Menembus 35,87 miliar dolar AS.

Strategi Hilirisasi Jadi Kunci

Pemerintah terus mendorong pergeseran paradigma dari ekspor bahan mentah menuju produk industri.

Saat ini, produk seperti minyak goreng olahan, biodiesel, hingga bahan baku kosmetik mulai mendominasi pasar internasional.

Mentan Amran menilai pergeseran ini sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar global sekaligus memperkuat devisa negara melalui nilai tambah produk.

"Tren ini menunjukkan pergeseran penting dari ekspor berbasis komoditas mentah menuju ekspor berbasis industri," jelasnya.

Proyeksi Masa Depan Sektor Sawit

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memperkuat ekosistem sawit dari hulu hingga hilir.

Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan produktivitas kebun dan efisiensi pengolahan guna menjaga daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan minyak nabati dunia.

"Dengan tren positif ini, sektor sawit tidak hanya menjadi penopang devisa negara, tetapi juga pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis pertanian dan industri hilir yang berdaya saing global," tutup Amran.

Dengan penguasaan pasar lebih dari 60 persen, Indonesia kini memegang kendali strategis dalam rantai pasok global, yang diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi nasional menghadapi fluktuasi pasar dunia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK